Reporter: Herdiansyah l Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kaltim yang awalnya berlangsung damai berubah ricuh.
Keributan terjadi antara massa aksi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kaltim dan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ketegangan mulai meningkat saat terjadi aksi saling dorong antara demonstran dan petugas. Situasi yang semula kondusif pun berubah menjadi tidak terkendali dalam beberapa waktu.
Insiden tersebut mengakibatkan beberapa korban di kedua belah pihak, baik dari massa aksi maupun aparat kepolisian.
Sejumlah peserta aksi dilaporkan mengalami luka-luka akibat benturan dalam kericuhan tersebut.
Ketua PKC PMII Kaltim, Muhammad Said Abdillah, mengecam keras kejadian itu. Ia menilai tindakan kekerasan dalam pengamanan aksi tidak dapat dibenarkan.
“Ini murni pemukulan saat demo. Kami akan menindaklanjuti dengan melaporkan kejadian ini ke Propam,” tegas Said.
Salah satu korban dalam insiden tersebut diketahui bernama Ferdi, kader PMII Samarinda dari Komisariat UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda.
Ia dilaporkan turut menjadi korban dalam kericuhan yang terjadi di lokasi aksi, dan mengalami 10 jahitan di bagian dahi.

