Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Budisatrio Djiwandono Bertemu Akademisi di Samarinda secara Tertutup, Diduga Konsolidasi Pemilihan Rektor Unmul

Beberapa aliansi dan mahasiswa serta media berdiri dan menunggu didepan ruangan. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Budisatrio Djiwandono Bertemu Akademisi di Samarinda secara Tertutup, Diduga Konsolidasi Pemilihan Rektor Unmul

    PusaranMedia.com

    Beberapa aliansi dan mahasiswa serta media berdiri dan menunggu didepan ruangan. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

    Budisatrio Djiwandono Bertemu Akademisi di Samarinda secara Tertutup, Diduga Konsolidasi Pemilihan Rektor Unmul

    Beberapa aliansi dan mahasiswa serta media berdiri dan menunggu didepan ruangan. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Herdiansyah l Editor: Bambang Irawan 

    SAMARINDA - Pertemuan dan silaturahmi bersama Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim, Budisatrio Djiwandono, yang digelar di HARRIS Hotel Samarinda pada Jumat (8/5/2026) berlangsung secara tertutup.

    Berdasarkan pantauan di lokasi, panitia penyelenggara hanya memberikan akses masuk kepada tamu undangan yang memiliki label akademisi.

    Sementara itu, awak media tidak diperkenankan memasuki ruangan tempat berlangsungnya kegiatan tersebut.

    Belum diketahui secara pasti materi pembahasan dalam agenda tersebut. Namun, berdasarkan format undangan yang beredar, kegiatan itu disebut sebagai agenda silaturahmi bersama kalangan akademisi di Kaltim.

    Sejumlah pejabat dan kader Partai Gerindra tampak hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel, serta Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah.

    Salah satu panitia penyelenggara, membenarkan bahwa kegiatan tersebut digelar secara tertutup. “Agendanya tertutup, media tidak bisa masuk mas,” katanya kepada wartawan.

    Dari informasi yang dihimpun, pertemuan tersebut diduga berkaitan dengan konsolidasi menjelang pemilihan Rektor Universitas Mulawarman periode 2026–2030. Salah satu nama yang disebut dalam dinamika tersebut yakni Prof Dr Rudianto Amirta.