Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Belajar ke Dinsos Tabalong, DPRD Paser Kaji Penerapan SILANGKAR

Kunker Pansus I DPRD Paser ke Dinsos Tabalong. (Foto: Dok.DPRD Paser)

BERITA TERKAIT

    DPRD Paser

    Belajar ke Dinsos Tabalong, DPRD Paser Kaji Penerapan SILANGKAR

    PusaranMedia.com

    Kunker Pansus I DPRD Paser ke Dinsos Tabalong. (Foto: Dok.DPRD Paser)

    Belajar ke Dinsos Tabalong, DPRD Paser Kaji Penerapan SILANGKAR

    Kunker Pansus I DPRD Paser ke Dinsos Tabalong. (Foto: Dok.DPRD Paser)

    Reporter: Muhammad Luthfi | Editor: Bambang Irawan 

    TANA PASER - Panitia Khusus (Pansus) I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Paser, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Kunjungan Kerja (Kunker) ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

    Kunker tersebut dipimpin Wakil Ketua Pansus I DPRD Paser Andi Muhammad Rizal Ashari, didampingi anggota Pansus, Edwin Santoso, Elly Ermayanti, dan Umar, Rabu (13/5/2026).

    Agenda ini dilakukan untuk menindaklanjuti penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penanggulangan Kemiskinan Terpadu tahun 2026 di Paser.

    Abang Andi menyebut kunker ini berlandaskan presentasi Kabupaten Tabalong yang mendapatkan peringkat dua nasional dalam hal aplikasi penanggulangan kemiskinan.

    Aplikasi itu yaitu Sistem Informasi Penanggulangan Kemiskinan Terpadu dan Terintegrasi (SILANGKAR). Inovasi berbasis teknologi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong untuk mengelola data kemiskinan.

    “Tabalong lebih moderen karena menggunakan sistem aplikasi untuk mensinkronkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan data Kemiskinan di Dinsos Tabalong,” kata Abang, Kamis (14/5/2026).

    Dalam penerapannya, setiap desa dan kelurahan satu operator yang dikhususkan untuk mengoperasikan aplikasi SILANGKAR. Dalam aplikasi tersebut memiliki data Kemiskinan secara terperinci.

    “Dalam aplikasi SILANGKAR memiliki data kemiskinan secara terperinci. Bahkan, titik koordinat masyarakat miskin juga ada,” tuturnya.

    Disamping itu, Dinsos Tabalong juga melakukan verifikasi dan evaluasi data setiap enam bulan sekali. Petugas Dinsos Tabalong secara langsung datang ke desa maupun kelurahan untuk memperbarui dan memvalidasi.

    Tabalong diakui secara nasional dalam mengelola data kemiskinan. Bahkan tingkat akurasi data antara DTSEN dengan data SILANGKAR mencapai 90 persen.

    “Apa yang dilakukan Tabalong juga bisa kita tiru dan terapkan di Paser. Tabalong bisa menjadi contoh, karena sudah diakui secara nasional dalam mengelola data kemiskinan,” imbuhnya.

    Dinsos Tabalong juga menyatakan siap mambantu dan mendukung Pemkab Paser untuk meningkatkan upaya dalam mengentaskan kemiskinan, terutama dalam mempelajari aplikasi SILANGKAR.

    “Kita akan mendalami dan melihat pasal per pasal apa yang kita bisa ambil dan ditaruh dalam guna menyempurnakan Raperda Penanggulangan Kemiskinan Terpadu di Paser,” tandasnya. (Adv)