Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

HMI Kecewa Gubernur Rudy Mas’ud Absen di Agenda Seminar Arah Pembangunan Kaltim

Kader HMI kecewa Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud absen dalam agenda seminar pembangunan. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    HMI Kecewa Gubernur Rudy Mas’ud Absen di Agenda Seminar Arah Pembangunan Kaltim

    PusaranMedia.com

    Kader HMI kecewa Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud absen dalam agenda seminar pembangunan. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

    HMI Kecewa Gubernur Rudy Mas’ud Absen di Agenda Seminar Arah Pembangunan Kaltim

    Kader HMI kecewa Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud absen dalam agenda seminar pembangunan. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Herdiansyah l Editor: Bambang Irawan 

    SAMARINDA - Ketua Umum HMI, Ashan Putra Pradana, menyayangkan absennya Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, dalam seminar pembangunan bertajuk “Arah Pembangunan Kaltim: Integrasi Kebijakan, SDM Berkualitas, dan Pengelolaan SDA untuk Kaltim Emas”.

    Tak hanya gubernur, HMI juga menyoroti ketidakhadiran jajaran strategis Pemerintah Provinsi Kaltim dalam forum yang disiapkan sebagai ruang dialog antara mahasiswa dan pemerintah daerah terkait arah pembangunan Kaltim ke depan.

    Menurut Ashan, seminar tersebut sengaja digelar untuk membahas pembangunan Kaltim secara substansial, khususnya peningkatan kualitas sumber daya nanusia (SDM), bukan hanya fokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur semata.

    “Forum ini kami siapkan sebagai ruang diskusi bersama pemerintah untuk membahas arah pembangunan daerah secara serius, terutama terkait penguatan SDM dan pengelolaan sumber daya alam,” katanya, Kamis (14/5/2026).

    Ia menilai absennya pihak Pemprov menjadi ironi di tengah ajakan pemerintah yang selama ini mendorong penguatan komunikasi dan keterlibatan masyarakat maupun mahasiswa dalam proses pembangunan daerah.

    HMI juga menyoroti tidak hadirnya Sekretaris Daerah, Wakil Gubernur, hingga Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim.

    Menurut Ashan, instansi tersebut semestinya hadir karena pembahasan seminar berkaitan langsung dengan kebijakan pembangunan serta penganggaran daerah.

    "HMI ingin memastikan visi pembangunan daerah, termasuk program Gratispol, tidak berhenti sebatas slogan dan tetap mendapat pengawalan bersama dari berbagai elemen masyarakat," tegasnya.

    Meski tanpa kehadiran pihak Pemerintah Provinsi Kaltim, seminar tetap berlangsung dan menghasilkan sejumlah catatan penting. Hasil diskusi tersebut nantinya akan direkomendasikan kepada DPRD Kaltim sebagai bahan evaluasi arah pembangunan daerah ke depan.