Reporter: Nur Hidayah | Editor: Buniyamin
TANJUNG REDEB – Antusiasme warga memadati Pasar Ikan Murah dalam rangka Hari Nelayan Nasional dan HUT Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Berau membuat Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas berencana menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin bulanan.
Bahkan, kegiatan yang awalnya dijadwalkan mulai pukul 08.00 Wita di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sambaliung sudah ramai sejak pukul 06.30 pagi. Warga berbondong-bondong datang untuk mendapatkan ikan dengan harga lebih murah dibanding harga pasar.
Sebanyak 6,4 ton ikan yang disediakan dalam pasar murah tersebut pun diserbu masyarakat. Tingginya minat warga membuat suasana lokasi kegiatan dipadati pembeli sejak pagi hari.
Sri Juniarsih mengaku terkejut melihat tingginya minat masyarakat.
Saat meninjau langsung lokasi pasar murah, ia menerima banyak masukan dari warga agar kegiatan serupa tidak hanya digelar saat peringatan Hari Nelayan saja.
“Warga tadi meminta kalau bisa dilakukan sebulan sekali. Saya rasa itu sangat memungkinkan, bahkan bisa kita lakukan bergiliran di 13 kecamatan, terutama daerah yang selama ini cukup sulit mendapatkan ikan dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan pasar ikan murah bukan hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk menekan inflasi, mengurangi angka stunting, dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Ia menilai kekuatan sektor perikanan Berau sangat besar karena didukung potensi sumber daya laut, budidaya perikanan air tawar maupun laut, hingga industri pengolahan hasil perikanan yang terus berkembang.
“Berau dianugerahi sumber daya laut yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita mengelola dengan baik,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat sektor kelautan dan perikanan melalui berbagai program strategis, mulai dari modernisasi alat tangkap ramah lingkungan, pengembangan kawasan budidaya hingga penguatan UMKM pengolahan hasil laut.
Ia pun mendorong hasil perikanan Berau tidak hanya dijual mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dan oleh-oleh khas daerah.
Menurutnya, berbagai komoditas seperti tuna, bandeng, udang hingga ikan makarel memiliki peluang besar dikembangkan menjadi produk kemasan siap jual.
“Potensi olahan ikan kita sangat besar. Ini bisa menjadi bagian dari ekonomi kreatif sekaligus mendukung sektor pariwisata Berau,” tuturnya.
Sri Juniarsih juga mengingatkan para nelayan untuk tetap menjaga kelestarian laut dengan menerapkan metode penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan tidak merusak habitat laut.
“Jangan sampai kekayaan laut yang kita miliki rusak. Kita harus menjaga dan mengelolanya dengan penuh tanggung jawab demi generasi mendatang,” tandasnya. (Adv)


