Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA — Para pengunjung Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) diimbau untuk membawa tas belanja mandiri saat beraktivitas di kawasan tersebut. Seruan ini sebagai upaya mendorong pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Samarinda.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengatakan, kebijakan itu menjadi bagian dari upaya menekan produksi sampah plastik sejak dari sumbernya.
“Ini bukan hanya kawasan bebas asap kendaraan, tapi juga tempat rekreasi, olahraga, dan interaksi sosial. Ke depan masyarakat yang membeli jajanan UMKM tidak lagi diberikan kantong plastik,” kata Manalu.
Pengunjung diharapkan membawa handbag atau tas sendiri saat datang ke kawasan CFD maupun CFN. Jika tidak membawa, pedagang UMKM nantinya dapat menyediakan tas berbayar sebagai alternatif.
Langkah ini, kata dia, merupakan bagian dari program pengurangan sampah plastik yang saat ini mulai diterapkan secara bertahap di Samarinda.
“Kita ingin mengurangi sampah plastik dari hulunya, bukan nanti saat sudah sampai di TPS atau TPA baru ditangani,” jelasnya.
Dishub Samarinda juga telah berkoordinasi dengan para pelaku UMKM terkait rencana tersebut. Bahkan, penggunaan botol plastik sekali pakai juga mulai dibatasi dalam kegiatan CFD dan CFN.
Namun, penggunaan kemasan ramah lingkungan masih menghadapi kendala distribusi. Beberapa jenis kemasan alternatif saat ini masih harus didatangkan dari luar daerah.
“Informasinya kemasan model kardus seperti produk makanan itu belum diproduksi di Samarinda, jadi masih ambil dari Jawa,” bebernya.
Meski begitu, ia berharap kebijakan ini menjadi langkah awal yang besar terhadap pengurangan produksi sampah plastik di Samarinda.
Manalu menegaskan, kebijakan pengurangan kantong plastik ini nantinya tidak hanya berlaku di CFN Jalan Kusuma Bangsa, tetapi juga seluruh kawasan CFD di Kota Samarinda.

