Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Di Tengah Bayang-Bayang IKN, Kutim Bidik Ekonomi Baru Lewat Hotel dan Restoran

Kepala Dispar Kabupaten Kutai Timur, Mahriadi. (Foto: Dok Prokopim Kutim)

BERITA TERKAIT

    Nasional

    Di Tengah Bayang-Bayang IKN, Kutim Bidik Ekonomi Baru Lewat Hotel dan Restoran

    PusaranMedia.com

    Kepala Dispar Kabupaten Kutai Timur, Mahriadi. (Foto: Dok Prokopim Kutim)

    Di Tengah Bayang-Bayang IKN, Kutim Bidik Ekonomi Baru Lewat Hotel dan Restoran

    Kepala Dispar Kabupaten Kutai Timur, Mahriadi. (Foto: Dok Prokopim Kutim)

    Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan 

    SANGATTA — Gelombang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai mengubah peta cara pandang daerah-daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap sumber pertumbuhan ekonomi.

    Di tengah dominasi sektor pertambangan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini mulai melirik industri hotel, restoran, dan hospitality sebagai penopang ekonomi baru yang dinilai lebih berkelanjutan.

    Isyarat itu mengemuka dalam Musyawarah Cabang (Muscab) BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Hotel Royal Victoria.

    Forum tersebut tak sekadar menjadi agenda organisasi, melainkan ruang membaca arah perubahan ekonomi Kutim di tengah meningkatnya arus investasi dan mobilitas bisnis akibat pembangunan IKN.

    Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Mahriadi pemerintah menilai sektor hotel dan restoran kini memiliki peran strategis yang melampaui fungsi layanan penginapan maupun konsumsi.

    “Keberadaan hotel dan restoran bukan sekadar menyediakan layanan akomodasi dan konsumsi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat, termasuk menciptakan lapangan kerja dan menghidupkan UMKM lokal,” ujar Mahriadi.

    Pemerintah daerah melihat industri hospitality memiliki efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi lain. 

    Pertumbuhan hotel dan restoran dinilai ikut menggerakkan pelaku UMKM, pemasok bahan pangan, transportasi, hingga industri kreatif lokal.

    Di tengah derasnya arus pembangunan Kaltim, Kutim dinilai memiliki peluang untuk tampil bukan hanya sebagai daerah penghasil sumber daya alam, tetapi juga kawasan tujuan bisnis dan wisata.

    Potensi tersebut bertumpu pada kekayaan alam, budaya lokal, kuliner khas daerah, serta meningkatnya peluang investasi. 

    Namun, pemerintah menilai persaingan antardaerah kini tak lagi hanya ditentukan infrastruktur, melainkan kualitas pelayanan.

    Mahriadi menyampaikan, wisatawan maupun pelaku usaha kini mempertimbangkan aspek keramahan pelayanan, kebersihan, keamanan, hingga profesionalitas sumber daya manusia sebelum menentukan pilihan destinasi maupun tempat menginap.

    “Pelayanan yang baik akan meninggalkan kesan positif bagi pengunjung. Itu penting untuk membangun citra daerah,” katanya.

    Perubahan perilaku masyarakat yang semakin bergantung pada platform digital juga menjadi perhatian pemerintah. 

    Pelaku usaha hotel dan restoran didorong mulai memperkuat promosi berbasis digital, mulai dari layanan reservasi hingga pemasaran kuliner lokal melalui media daring.

    Selain itu, Pemkab Kutim mulai mengarahkan pengembangan ekonomi daerah pada sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), wisata kuliner, serta penguatan UMKM sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif.

    Di tengah perubahan besar akibat pembangunan IKN, Kutim tampak mulai menyiapkan wajah ekonomi baru. 

    Industri hotel dan restoran perlahan diposisikan sebagai pintu depan daerah—tempat pertama yang menyambut investor, pelaku bisnis, hingga wisatawan yang datang membawa peluang ekonomi baru.