Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin
TENGGARONG - Kawasan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) di Tenggarong bakal dikelola oleh pihak ketiga atau swasta.
Langkah ini dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui Dinas Koperasi dan UKM (DiskopUKM) untuk mengoptimalkan pengembangan kawasan sekaligus meningkatkan daya tarik pengunjung.
Pelaksana Tugas Kepala DiskopUKM Kukar, Muhammad Reza mengatakan proses kerja sama tersebut segera dimulai setelah pemerintah mengantongi nilai minimal sewa kawasan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
“Sudah kita akan mulai proses untuk operasional kebijaksanaan itu. Karena akan kita kerjasamakan dengan pihak ketiga untuk pengembangan kawasan tersebut,” ujar Reza. Selasa (26/5/2025).
Ia mengatakan nilai minimal sewa yang telah ditetapkan nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menjalin kerja sama dengan pengelola pihak ketiga.
“Kita sudah dapat nilai minimal untuk sewanya minggu kemarin oleh KPKNL. Itu nanti sebagai dasar kita untuk kerja sama dengan pihak ketiga,” katanya.
Menurut Reza, keterlibatan pihak ketiga bukan hanya sekadar mengisi tenant atau lapak yang tersedia di kawasan pujasera.
Namun lebih jauh, pengelola nantinya diharapkan mampu menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat menghidupkan kawasan tersebut.
“Nanti ada pengelolanya, mereka yang akan mengelola kawasan pujasera itu, terutama dengan tenant-tenant yang ada,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemerintah ingin kawasan pujasera berkembang lebih optimal melalui penyelenggaraan berbagai event dan festival yang mampu menarik pengunjung datang.
“Kita harapkan pengelola itu optimalnya bukan hanya tenant yang ada saja, tapi bagaimana kawasan itu berkembang dengan ada event-event nantinya,” ucapnya.
Menurutnya, keberadaan festival maupun kegiatan tertentu akan berdampak langsung terhadap meningkatnya keramaian tenant di kawasan pujasera.
“Event-event itu nanti akan menarik pengunjung untuk datang ke lokasi itu, sehingga tenant lebih ramai,” tambahnya.
Reza mengatakan, konsep pengelolaan ini juga bertujuan agar pengembangan kawasan tidak selalu bergantung pada anggaran pemerintah daerah.
“Harapan kita kalau festival-festival tertentu ini tidak semua lagi berasal dari dana pemerintah, tapi bisa dari luar atau dari pengelola sendiri,” katanya.
Dengan pola kerja sama tersebut, pemerintah berharap kawasan pujasera di Tenggarong dapat berkembang menjadi pusat kuliner dan aktivitas masyarakat yang lebih hidup serta mampu memanfaatkan potensi daerah secara maksimal.

