Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Polres Paser Gelar Vaksinasi Pelajar di SMAN 1 Tanah Grogot

Kapolres Paser, AKBP Eko Susanto memberikan pengarahan terhdap salah satu siswa saat akan menerima suntikan vaksin (foto: Anas/pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Polres Paser Gelar Vaksinasi Pelajar di SMAN 1 Tanah Grogot

    PusaranMedia.com

    Kapolres Paser, AKBP Eko Susanto memberikan pengarahan terhdap salah satu siswa saat akan menerima suntikan vaksin (foto: Anas/pusaranmedia.com)

    Polres Paser Gelar Vaksinasi Pelajar di SMAN 1 Tanah Grogot

    Kapolres Paser, AKBP Eko Susanto memberikan pengarahan terhdap salah satu siswa saat akan menerima suntikan vaksin (foto: Anas/pusaranmedia.com)

    Reporter: Anas Abdul Kadir | Editor: Supiansyah

    TANA PASER - Guna capaian kekebalan kelompok (herd immunity) di Kabupaten Paser, Polres Paser menyasar pelajar di SMAN 1 Tanah Grogot, Senin (13/9).

    Kapolres Paser, AKBP Eko Susanto mengatakan target vaksinasi pada hari ini yakni 500 dosis vaksin untuk suntikan pertama. "Ya, kami berikan 500 dosis, mudahan bisa selesai semua pada hari ini," kata Eko Susanto.

    Dikatakannya, vaksin yang diberikan untuk usia 12 tahun ke atas, sehingga jenis vaksin yang diberikan Sinovac. Selanjutnya, besok akan dilanjutkan ke SMPN 5 Tanah Grogot.

    Ia memastikan vaksin yang diterima oleh polres Paser tidak hanya diberikan kepada pelajar. Namun juga untuk masyarakat umum.

    "Harapan kami semua masyarakat di Paser segera di vaksin demi tercapainya herd immunity dan melaksanakan instruksi presiden untuk mencapai 2 juta vaksin dalam sehari," bebernya.

    Kepala SMAN 1 Tanah Grogot, Roosnanie menyebutkan jumlah siswa yang  belajar di SMAN 1 Tanah Grogot yakni 849 siswa dan yang mengikuti vaksin mandiri sejumlah 60 siswa. 

    Dengan adanya vaksin dari Polres Paser, katanya,  ia mengaku sangat berterimakasih terhadap semua pihak. Hal tersebut disebabkan siswa yang belajar tidak perlu bingung untuk mendapat vaksin.

    "Anak-anak kami tidak perlu ke mana-mana cukup di sekolahnya. Karena mereka selama ini masih berpikir apakah mau ke puskesmas atau rumah sakit untuk dapatkan vaksin," kata Kepsek.

    Sebelumnya, ia juga memberikan keleluasaan terhadap siswa untuk mengikuti program vaksinasi di luar dari sekolah.

    "Kami menganjurkan anak-anak yang ingin vaksin di luar dari ini. Kami pun tak melarang," tutur wanita berkacamata tersebut.

    Sekolah, kata dia, tak melarang jika ada yang tak mau di vaksin karena kekhawatiran orang tua. Misalnya, orang tua siswa memiliki riwayat penyakit bawaan atau komorbit sementara anaknya belum diperiksa apakah memiliki penyakit serupa, ia tak mempermasalahkan. "Kami sangat memahami kekhawatiran orang tua. Itu sangat wajar," pungkasnya.

    Dia menyatakan untuk sisa siswa yang tak menerima vaksin dari Polres Paser, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur. 

    "Karena jumlah vaksin yang diberikan hanya 500 dosis untuk sisanya kami akan koordinasi terlebih dahulu. Dan juga mempersilakan siswa untuk mengikuti program vaksin di tempat lain, sembari menunggu tindak lanjut dari Disdik provinsi," tutupnya.