Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Salat Iduladha di Masjid Raya Darussalam, Saefuddin Zuhri  Ajak Warga Optimistis di Tengah Efisiensi Anggaran 

Suasana salat iduladha di Masjid Raya Darussalam, Rabu (27/5/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Salat Iduladha di Masjid Raya Darussalam, Saefuddin Zuhri  Ajak Warga Optimistis di Tengah Efisiensi Anggaran 

    PusaranMedia.com

    Suasana salat iduladha di Masjid Raya Darussalam, Rabu (27/5/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

    Salat Iduladha di Masjid Raya Darussalam, Saefuddin Zuhri  Ajak Warga Optimistis di Tengah Efisiensi Anggaran 

    Suasana salat iduladha di Masjid Raya Darussalam, Rabu (27/5/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

    SAMARINDA - Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dijalankan pemerintah, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengajak masyarakat tetap optimistis dan memperkuat semangat gotong royong saat momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

    Pesan tersebut disampaikan Saefuddin saat menghadiri Salat Iduladha di Masjid Raya Darussalam, Rabu (27/5/2026).
    Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukan berarti pemerintah mengurangi komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat. 

    Menurutnya, kebijakan tersebut justru menjadi langkah agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran dan memberi manfaat lebih besar bagi publik.
    “Efisiensi berarti kita bekerja lebih cerdas, memangkas pemborosan, dan memastikan setiap rupiah dipakai untuk manfaat paling besar bagi masyarakat,” ujar Saefuddin.

    Ia mengakui, penyesuaian anggaran dapat memunculkan kecemasan di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang berharap pada berbagai program bantuan pemerintah. Namun, Saefuddin meminta masyarakat tidak kehilangan harapan dan tetap menjaga semangat kebersamaan.

    Menurutnya, nilai gotong royong yang diajarkan Iduladha menjadi modal penting bagi masyarakat Samarinda untuk menghadapi situasi saat ini. 

    Ia menilai, tidak semua persoalan harus bergantung pada bantuan pemerintah pusat, sebab banyak hal yang dapat diselesaikan bersama di tingkat RT, kelurahan hingga kecamatan.

    “Sekarang saatnya memperkuat solidaritas dan kemandirian masyarakat. Nilai saling membantu harus menjadi kekuatan bersama,” ungkapnya.

    Selain itu, Saefuddin juga menyinggung makna pengorbanan dalam Iduladha yang tidak hanya berkaitan dengan materi, tetapi juga pengorbanan berupa kesabaran, kerja keras, dan komitmen untuk terus berbuat baik demi kepentingan bersama.

    Ia optimistis masyarakat Samarinda mampu melewati masa transisi kebijakan efisiensi dengan tetap menjaga harapan dan semangat membangun kota.

    “Optimisme yang disertai tindakan nyata adalah bahan bakar kemajuan kita. Mari hadapi masa transisi ini bersama-sama dengan saling menguatkan,” pungkasnya.