Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Pantai Tanah Merah Jadi Magnet Wisatawan Pecinta Camping saat Libur Iduladha

Suasana camping di Pantai Tanah Merah Tanjung Harapan di Kecamatan Samboja (Foto:, Sugeng Hariyadi)

BERITA TERKAIT

    Traveling

    Pantai Tanah Merah Jadi Magnet Wisatawan Pecinta Camping saat Libur Iduladha

    PusaranMedia.com

    Suasana camping di Pantai Tanah Merah Tanjung Harapan di Kecamatan Samboja (Foto:, Sugeng Hariyadi)

    Pantai Tanah Merah Jadi Magnet Wisatawan Pecinta Camping saat Libur Iduladha

    Suasana camping di Pantai Tanah Merah Tanjung Harapan di Kecamatan Samboja (Foto:, Sugeng Hariyadi)

    Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

    TENGGARONG - Momen libur Iduladha 2026 dimanfaatkan banyak masyarakat untuk menikmati wisata alam.

    Salah satu destinasi yang mengalami peningkatan kunjungan cukup signifikan adalah Pantai Tanah Merah Tanjung Harapan di Kecamatan Samboja.

    Tidak hanya wisatawan yang datang untuk menikmati panorama pantai pada siang hari, kawasan ini juga dipadati pengunjung yang memilih menghabiskan malam dengan mendirikan tenda di tepi pantai.

    Hamparan pasir yang luas, suasana pantai yang tenang, serta rindangnya pepohonan di sekitar kawasan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta kegiatan berkemah.

    Saat malam tiba, deretan tenda yang berdiri di sepanjang area camping menciptakan suasana hangat dan akrab di tengah libur panjang.

    Pengelola Pantai Tanah Merah, Sugeng Hariyadi, mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan yang bermalam selama libur Iduladha tahun ini meningkat tajam dibandingkan hari-hari biasa.

    “Kalau pas malam minggu kemarin yang camping kemungkinan lebih dari seratus orang. Sementara pada hari normal biasanya hanya sekitar 40 sampai 50 orang, bahkan terkadang hanya 10 orang saja,” ujarnya Senin (1/6/2026).

    Menurutnya, tren berwisata dengan konsep camping kini semakin diminati masyarakat karena menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan sekadar berkunjung selama beberapa jam.

    Meski demikian, pihak pengelola tetap menerapkan sejumlah aturan bagi wisatawan yang ingin bermalam. Setiap pengunjung diwajibkan mengisi surat pernyataan sebagai bentuk komitmen untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama berada di kawasan wisata.

    Salah satu aturan yang diberlakukan adalah larangan membawa maupun mengonsumsi minuman keras di area pantai. Pengelola menegaskan akan memberikan sanksi kepada pengunjung yang melanggar ketentuan tersebut.

    “Semua aturan sudah tercantum dalam surat pernyataan. Jika ada yang melanggar, tentu akan ada tindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Sugeng.

    Untuk tarif masuk, wisatawan yang berkemah tidak dikenakan biaya tambahan. Mereka cukup membayar tiket masuk sebesar Rp10 ribu per orang, sama seperti pengunjung reguler, dengan syarat melengkapi administrasi yang telah ditentukan.

    Selain mengingatkan soal ketertiban, pengelola juga mengimbau wisatawan agar memperhatikan aspek keselamatan saat memilih lokasi mendirikan tenda. Pengunjung disarankan tidak mendirikan tenda terlalu dekat dengan pohon besar dan mengikuti arahan petugas terkait area yang aman untuk berkemah.

    Selama masa libur berlangsung, petugas pengelola turut meningkatkan pengawasan hingga dini hari guna memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan.

    “Kami tetap melakukan pemantauan sampai sekitar pukul tiga dini hari agar para pengunjung yang berkemah bisa menikmati suasana pantai dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.