Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Revolusi Tantangan Bisnis, 44 UMKM Balikpapan-IKN Ditempa di Kawah Candradimuka Digital BI

Pelaku UMKM fesyen peserta DIGDAYA UMKM 2026 saat memamerkan produknya. (Foto: Media Official HHarum)

BERITA TERKAIT

    Bisnis

    Revolusi Tantangan Bisnis, 44 UMKM Balikpapan-IKN Ditempa di Kawah Candradimuka Digital BI

    PusaranMedia.com

    Pelaku UMKM fesyen peserta DIGDAYA UMKM 2026 saat memamerkan produknya. (Foto: Media Official HHarum)

    Revolusi Tantangan Bisnis, 44 UMKM Balikpapan-IKN Ditempa di Kawah Candradimuka Digital BI

    Pelaku UMKM fesyen peserta DIGDAYA UMKM 2026 saat memamerkan produknya. (Foto: Media Official HHarum)

    Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

    BALIKPAPAN - Sebanyak 44 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terpilih dari Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), Paser hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki "Kawah Candradimuka Digital" yang disiapkan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Balikpapan.

    Istilah Kawah Candradimuka merujuk pada kisah pewayangan yang menggambarkan tempat penempaan para ksatria sebelum menghadapi tantangan besar.  Dalam konteks ini, para pelaku UMKM ditempa melalui program pembinaan intensif agar mampu bersaing di tengah perubahan lanskap ekonomi digital yang semakin kompleks.

    Pola konsumsi masyarakat pasca pandemi Covid-19 telah berubah drastis ke arah digital. Tapi di balik besarnya peluang yang ditawarkan teknologi, pelaku UMKM kini menghadapi tantangan baru berupa persaingan algoritma marketplace yang semakin ketat, maraknya penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) hingga isu kenaikan biaya layanan aplikasi atau platform fee yang berpotensi menggerus margin keuntungan.

    Merespons dinamika tersebut, KPwBI Balikpapan bergerak taktis dengan menginisiasi Program Onboarding Digitalisasi untuk Peningkatan Daya Saing (DIGDAYA) UMKM 2026. 

    Program ini menjadi strategi penguatan kapasitas UMKM dari hulu hingga hilir agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

    Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi menegaskan bahwa penguatan kapasitas digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama untuk menjaga keberlanjutan usaha.

    "Langkah strategis ini merupakan upaya untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan signifikannya peran UMKM dalam penyerapan tenaga kerja dan kontribusi perekonomian," ujar Robi dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/6/2026).

    Program DIGDAYA UMKM 2026 tidak hanya berfokus pada pelatihan singkat, melainkan pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Keseriusan program ini terlihat sejak tahap awal seleksi peserta.

    Melalui sinergi antara KPwBI Balikpapan dengan Otorita IKN (OIKN), Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU, Pemkab Paser, perbankan, serta korporasi pembina, sebanyak 160 calon peserta dijaring dan dikurasi secara selektif.

    Dari jumlah tersebut, terpilih 44 UMKM terbaik yang bergerak di sektor makanan dan minuman olahan, fesyen, serta kerajinan. 

    Mereka dinilai memiliki komitmen kuat dalam pengembangan usaha sekaligus prospek bisnis yang menjanjikan.

    Ke-44 peserta kemudian mengikuti workshop tatap muka selama tiga hari pada 20-22 Mei 2026 di Kantor BI Balikpapan. 

    Selama masa penempaan tersebut, peserta memperoleh berbagai materi aplikatif dari praktisi dan pendamping profesional.

    Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada pembuatan toko online, tetapi juga mencakup penguatan ekosistem digital yang relevan dengan perkembangan terkini. 

    Peserta dibekali strategi optimalisasi media sosial dan marketplace untuk memenangkan persaingan di tengah ketatnya algoritma platform digital.

    Selain itu, mereka juga mendapatkan pelatihan pemanfaatan teknologi AI guna mendukung proses bisnis dan pembuatan konten kreatif secara lebih efisien. 

    Program ini turut memperkenalkan strategi diversifikasi kanal penjualan melalui affiliate marketing dan live selling yang kini menjadi tren pemasaran digital.

    Tak kalah penting, peserta juga memperoleh penguatan aspek legalitas usaha serta literasi keuangan sebagai fondasi bisnis yang berkelanjutan.

    BI Balikpapan memastikan program ini memiliki dampak yang terukur. Setelah workshop selesai, para peserta tidak langsung dilepas. 

    Mereka akan mendapatkan pendampingan intensif sepanjang Mei hingga Juni 2026 melalui pertemuan daring dan sesi one-on-one coaching untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan spesifik yang dihadapi masing-masing usaha.

    Monitoring berkala melalui monthly meeting juga akan terus dilakukan hingga Oktober 2026 guna memastikan proses transformasi digital benar-benar berjalan dan menghasilkan perubahan nyata di lapangan.

    Melalui Program DIGDAYA 2026, KPwBI Balikpapan menargetkan peningkatan literasi digital UMKM, optimalisasi akun bisnis pada berbagai platform digital, perluasan penggunaan QRIS, hingga terciptanya branding usaha yang lebih profesional.

    "Ke depan, KPwBI Balikpapan akan terus memperkuat sinergi dan inovasi program pengembangan UMKM bersama stakeholder. Momentum perkembangan digitalisasi ekonomi daerah harus dimanfaatkan optimal agar tercipta UMKM yang tangguh, produktif, dan mampu menjadi role model di wilayahnya masing-masing," pungkas Robi.