Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Mahasiswa Gelar Mimbar Bebas di Balikpapan, Serukan Dukungan Hak Angket untuk Gubernur Kaltim

Mahasiswa menggelar mimbar bebas di kawasan Tugu Jam Klandasan Balikpapan, Senin (1/6/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Video

    Mahasiswa Gelar Mimbar Bebas di Balikpapan, Serukan Dukungan Hak Angket untuk Gubernur Kaltim

    PusaranMedia.com

    Mahasiswa menggelar mimbar bebas di kawasan Tugu Jam Klandasan Balikpapan, Senin (1/6/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

    Mahasiswa Gelar Mimbar Bebas di Balikpapan, Serukan Dukungan Hak Angket untuk Gubernur Kaltim

    Mahasiswa menggelar mimbar bebas di kawasan Tugu Jam Klandasan Balikpapan, Senin (1/6/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

    BALIKPAPAN - Gabungan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar aksi mimbar bebas di kawasan Tugu Jam Klandasan, samping Balaikota Balikpapan, Senin (1/6/2026).

    Aksi yang berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila itu menjadi bagian dari konsolidasi massa menjelang rencana aksi lanjutan yang akan digelar pada 10 Juni mendatang. 

    Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyerukan dukungan terhadap tuntutan penggunaan hak angket terkait kepemimpinan Gubernur Kaltim.

    Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Rahman Fathurrahman mengatakan mimbar bebas digelar untuk menyosialisasikan tuntutan yang sebelumnya telah disuarakan dalam aksi jilid pertama sekaligus mengajak masyarakat ikut mengawal agenda yang akan dibawa dalam sidang paripurna DPRD Kaltim.

    "Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Balikpapan untuk bersama-sama turun aksi pada tanggal 10 Juni dalam sidang paripurna untuk mengawal apa yang menjadi tuntutan kami, yaitu hak angket," ucap Rahman saat menyampaikan orasi.

    Dalam orasinya, Rahman juga menegaskan bahwa kelompok mahasiswa akan terus menyuarakan aspirasi mereka meskipun menghadapi berbagai tekanan. Seruan tersebut disambut dengan yel-yel dukungan dari para peserta aksi yang hadir di lokasi.

    Rahman menjelaskan terdapat tiga tuntutan utama yang menjadi fokus gerakan mahasiswa. Pertama, mendorong audit terhadap sejumlah kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim yang dinilai bermasalah. Kedua, mendesak upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme di Kaltim. Ketiga, menekankan pentingnya fungsi pengawasan yang dijalankan DPRD Kaltim.

    "Termasuk juga mendorong penggunaan hak angket sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD," katanya.

    Menurut Rahman, peserta aksi berasal dari berbagai kampus di Kaltim, di antaranya Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Universitas Mulawarman, Universitas Kutai Kartanegara, Politeknik Negeri Balikpapan, dan Universitas Balikpapan. 

    Ia memperkirakan jumlah peserta yang hadir dalam aksi tersebut sekitar 50 orang.

    Rahman mengatakan Balikpapan dipilih sebagai lokasi pertama pelaksanaan mimbar bebas karena menjadi salah satu kota strategis untuk membangun konsolidasi gerakan mahasiswa di berbagai daerah di Kaltim.

    "Kami ingin membangun gerakan bukan hanya di Samarinda, tetapi juga di 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Balikpapan menjadi salah satu titik awal yang kami datangi," ujarnya.

    Ia menambahkan, kegiatan serupa berpotensi dilaksanakan di daerah lain sebagai bagian dari upaya memperluas dukungan terhadap tuntutan yang mereka suarakan.

    Aksi mimbar bebas berlangsung di ruang terbuka kawasan Tugu Jam Klandasan dengan pengawalan aparat keamanan. 

    Namun, kegiatan tersebut sempat diwarnai ketegangan setelah muncul dugaan tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian terhadap sejumlah peserta aksi.