TANJUNG SELOR – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksanaan pembangunan daerah.
Meski demikian, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir mengingatkan kondisi tersebut tidak boleh mengurangi semangat untuk terus mendorong kemajuan daerah.
Menurut Nasir, setiap pemangku kebijakan harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan situasi yang terjadi.
Keterbatasan anggaran, kata dia, justru harus menjadi momentum untuk memperkuat perencanaan dan meningkatkan efektivitas program pembangunan.
Dalam sebuah siniar yang ditayangkan melalui YouTube, Nasir menuturkan bahwa dirinya memiliki komitmen untuk menghadirkan perubahan selama menjalankan amanah sebagai anggota legislatif.
Untuk itu, ia menilai Kaltara harus terus bergerak maju dan tidak terjebak dalam pola pikir yang membuat pembangunan berjalan di tempat.
“Perubahan harus bisa saya wujudkan ketika menjadi anggota dewan. Kita tidak boleh stagnan dengan keadaan, tetapi harus terus berpikir untuk kemajuan Kaltara ke depan,” ujarnya, belum lama ini.
Ia menambahkan, pembangunan daerah merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi.
Untuk itu, berbagai langkah pembenahan harus dilakukan secara bertahap agar hasilnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Nasir mengakui efisiensi anggaran berpotensi memengaruhi pencapaian sejumlah target pembangunan yang telah direncanakan pada 2026 ini.
Namun, menurutnya kondisi tersebut perlu disikapi secara realistis dengan memperkuat kemampuan adaptasi dan mencari alternatif solusi yang memungkinkan program prioritas tetap berjalan.
“Dengan adanya efisiensi ini mungkin ada target-target pembangunan yang belum bisa tercapai sepenuhnya. Tetapi ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih siap menghadapi perubahan dan cepat beradaptasi,” katanya.
Lebih lanjut, Nasir menekankan bahwa pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan tidak boleh kehilangan arah di tengah keterbatasan fiskal. Ia optimistis pembangunan tetap dapat berlangsung apabila perencanaan dilakukan secara matang dan setiap program difokuskan pada kebutuhan masyarakat.
“Walaupun ada berbagai tantangan, kita tidak boleh berhenti. Kita harus tetap bergerak dan memastikan program-program pemerintah tetap berjalan secara optimal,” tegasnya. (Adv)

