Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan revitalisasi 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia pada 2026 dengan alokasi anggaran mencapai Rp14 triliun.
Program tersebut diprioritaskan untuk sekolah terdampak bencana alam, sekolah di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T), serta sekolah yang mengalami kerusakan berat.
Ini disampaikan Mendikdasmen, Abdul Mu'ti saat menghadiri kegiatan Pagi Ceria sekaligus penyerahan prasasti bantuan revitalisasi 2025 kepada 102 sekolah di Balikpapan, Samarinda dan Penajam Paser Utara (PPU) di BSCC Dome Balikpapan, Jumat (5/6/2026).
Abdul Mu'ti mengaku program revitalisasi sekolah mulai berjalan pada 2026 dan menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah.
"Sudah mulai kita laksanakan itu untuk 11.744 satuan pendidikan dengan anggaran Rp14 triliun," ucap Prof Mu'ti. Kemendikdasmen juga tengah mengusulkan tambahan anggaran untuk memperluas cakupan program revitalisasi.
Jika mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan dan Komisi X DPR RI, maka jumlah sekolah yang direvitalisasi dapat bertambah hingga 60 ribu satuan pendidikan. "Kalau semuanya dapat kita terima anggarannya, tahun ini kita akan melakukan revitalisasi untuk 71.744 satuan pendidikan," katanya.
Prof Mu'ti menjelaskan, bentuk revitalisasi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Program tersebut dapat berupa rehabilitasi bangunan yang rusak berat, pembangunan ruang kelas baru, penambahan laboratorium, maupun fasilitas pendukung pembelajaran lainnya.
"Revitalisasi itu bervariasi antara satu sekolah dengan yang lain, tergantung dari pengajuan masing-masing sekolah. Ada yang memang merupakan perbaikan sekolah yang rusak berat, ada juga yang penambahan ruang kelas, laboratorium, dan sebagainya," jelasnya.
Untuk 2026, Kemendikdasmen menetapkan tiga prioritas utama, yakni sekolah terdampak bencana alam, sekolah di wilayah 3T, dan sekolah dengan tingkat kerusakan berat yang membutuhkan penanganan segera.
Prof Mu'ti juga mengungkapkan bahwa seluruh program revitalisasi sekolah 2025 di Kalimantan Timur (Kaltim) telah selesai dilaksanakan. "Alhamdulillah pada 2025 di Kaltim semua selesai 100 persen, dan untuk tahun 2026 sebagian program juga sudah mulai berjalan," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian saat kunjungan kerja di SMKN 4 Balikpapan pada Mei 2026 menyatakan program revitalisasi sekolah tetap menjadi prioritas pemerintah meski terjadi penyesuaian anggaran.
Menurut Hetifah, anggaran revitalisasi sekolah pada 2025 mencapai sekitar Rp16 triliun, sedangkan pada 2026 dialokasikan sebesar Rp14 triliun.
Meski demikian, DPR RI bersama pemerintah pusat masih mengupayakan tambahan anggaran agar cakupan revitalisasi dapat diperluas.
"Memang ada sedikit penurunan, tetapi kami sedang mengajukan tambahan anggaran karena ini program prioritas. Sekolah harus aman, tidak boleh ada potensi membahayakan siswa, dan sarana prasarana yang baik akan meningkatkan kualitas belajar," kata Hetifah saat itu.

