Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin
NUNUKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat pemerataan akses energi listrik di wilayah perbatasan dan pedalaman.
Pada 2026, sebanyak 13 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal direncanakan dibangun di sejumlah daerah yang belum terjangkau layanan listrik secara optimal.
Salah satu lokasi yang menjadi prioritas pembangunan berada di Kecamatan Lumbis Pansiangan, Kabupaten Nunukan, tepatnya di Desa Panas.
Keberadaan PLTS komunal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, Yosua Batara Payangan mengatakan pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah perbatasan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke daerah terluar.
Menurutnya, kawasan perbatasan memiliki posisi strategis sebagai wajah terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga harus mendapatkan perhatian yang sama dengan wilayah lainnya.
“Masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan harus memperoleh pelayanan pembangunan yang maksimal, termasuk akses terhadap energi listrik yang memadai,” ujar Yosua.
Ia menjelaskan, PLTS komunal yang akan dibangun di Desa Panas dirancang untuk melayani sekitar 109 rumah tangga dan 15 fasilitas umum.
Secara keseluruhan, program tersebut diperkirakan memberikan manfaat langsung kepada sekitar 658 jiwa atau sekitar 150 kepala keluarga.
Pembangunan PLTS komunal ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menghadirkan sumber energi yang andal sekaligus ramah lingkungan bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses listrik.
Yosua menambahkan, Pemprov Kaltara telah menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan ketenagalistrikan untuk lima tahun ke depan.
Dokumen tersebut menjadi acuan dalam memperluas jangkauan layanan listrik, khususnya di wilayah pedalaman, terpencil, dan perbatasan.
Selain membangun infrastruktur, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi energi.
Penggunaan energi secara hemat dan efisien dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi di masa mendatang.
“Pembangunan kelistrikan tidak hanya berbicara tentang penyediaan infrastruktur, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan energi secara bijak dan berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, Yosua menegaskan bahwa percepatan pemerataan layanan kelistrikan memerlukan kolaborasi berbagai pihak.
Untuk itu, Pemprov Kaltara terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, serta PT PLN dalam mewujudkan akses listrik yang merata bagi seluruh masyarakat.
Melalui pembangunan 13 PLTS komunal tersebut, pemerintah berharap kesenjangan layanan energi antara wilayah perkotaan dan kawasan perbatasan dapat semakin berkurang, sehingga masyarakat di daerah terluar Kaltara dapat menikmati akses listrik yang lebih andal untuk mendukung aktivitas sosial maupun perekonomian.

