Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Balikpapan.
Bahkan dibanding daerah lain di sekitar kawasan IKN, Balikpapan disebut sebagai wilayah yang paling banyak menikmati manfaat dari pembangunan ibu kota baru tersebut.
Ini disampaikan Deputi Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat (Sosbudpemmas) Otorita IKN, Alimuddin saat menghadiri acara Ngobrol UMKM 2026 bertema "Penguatan UMKM Hijau sebagai Pilar Investasi Masa Depan" yang digelar di Auditorium Balaikota Balikpapan, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Alimuddin, keberadaan Balikpapan menjadi salah satu faktor penting yang mendukung penetapan kawasan Sepaku sebagai lokasi pembangunan IKN. Ia menyebut Balikpapan bersama Samarinda merupakan bagian dari konsep three cities yang menopang pertumbuhan ibu kota baru.
"Kenapa juga IKN ada di Sepaku? Itu karena ada Balikpapan dan Samarinda. Salah satu pemicunya karena ada dua kota besar yang menopang kawasan tersebut," ucap Alimuddin.
Ia menilai manfaat pembangunan IKN saat ini paling banyak dirasakan Balikpapan, baik dari sisi ekonomi maupun peningkatan aktivitas masyarakat.
Namun di balik peluang tersebut, terdapat tantangan yang juga harus dihadapi, salah satunya peningkatan volume sampah.
Alimuddin mengungkapkan, jumlah sampah yang dihasilkan di Balikpapan saat ini bahkan diperkirakan setara dengan kota berpenduduk satu juta jiwa, meski jumlah penduduknya sekitar 800 ribu orang.
"Yang menikmati kehadiran IKN itu sebenarnya Balikpapan, termasuk menikmati sampah. Penduduknya sekitar 800 ribu, tetapi produk sampahnya sudah setara satu juta orang," katanya.
Ia mendorong pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk melihat persoalan sampah sebagai peluang ekonomi melalui pengelolaan dan pemanfaatan yang lebih produktif.
Selain itu, Alimuddin mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memanfaatkan meningkatnya kunjungan masyarakat ke kawasan penyangga IKN.
Berdasarkan pengalamannya saat menjadi bagian dari Satgas Libur Natal dan Tahun Baru, sekitar 150 ribu orang datang ke kawasan IKN dalam satu periode liburan.
Menurutnya, lonjakan kunjungan tersebut memberikan dampak langsung terhadap pelaku usaha lokal. Ia mencontohkan seorang pedagang minuman tradisional yang mampu meraup omzet hingga Rp98 juta hanya dalam delapan hari.
"Selama delapan hari itu penghasilannya Rp98 juta. Dari situ terlihat bahwa sektor kuliner memiliki peluang yang sangat besar," ungkapnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa produk UMKM harus mampu menyesuaikan kebutuhan pasar dan wisatawan yang datang ke kawasan IKN.
Selain kuliner, produk kerajinan dan batik khas Kalimantan Timur juga dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang.
Alimuddin juga menegaskan bahwa daerah di sekitar IKN tidak lagi diposisikan sebagai daerah penyangga, melainkan sebagai mitra pembangunan yang memiliki kedudukan sejajar dalam mendukung pertumbuhan kawasan ibu kota baru.
"IKN akan terus bertumbuh. Daerah-daerah di sekitarnya adalah daerah mitra, bukan sekadar penyangga. Dan saya yakin sampai hari ini Balikpapan yang paling banyak menikmati manfaatnya, apalagi nanti ketika jalan tol sudah dibuka," tegasnya.
Acara Ngobrol UMKM 2026 tersebut merupakan bagian dari kunjungan Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital RI, Tiar Nabilla Karbala ke Balikpapan.
Kegiatan itu menghadirkan dialog interaktif mengenai penguatan UMKM hijau, transformasi digital, peluang investasi, serta peran generasi muda dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.

