Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan
NUNUKAN – Aktivitas penyeberangan internasional rute Nunukan–Tawau kembali dibuka dan beroperasi normal pada, Senin (8/6/2026), setelah otoritas di Malaysia mencabut penangguhan sementara operasional Terminal Feri Tawau yang sebelumnya diberlakukan menyusul peringatan potensi tsunami akibat gempa bumi di wilayah Mindanao, Filipina.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Nunukan, Ahmad Kosasi, mengatakan pembukaan kembali layanan penyeberangan dilakukan setelah pihaknya menerima pemberitahuan resmi dari pengelola Terminal Feri Tawau yang menyatakan bahwa aktivitas pelabuhan telah kembali normal.
“Penyeberangan rute Nunukan–Tawau sudah kami buka kembali setelah menerima informasi resmi dari pihak Malaysia yang menyatakan operasional Pelabuhan Tawau kembali dibuka. Dengan demikian, layanan penyeberangan internasional dapat kembali berjalan seperti biasa,” ujar Kosasi kepada pusaranmedia.com, Senin (8/6/2026).
Sebelumnya, pengelola Terminal Feri Tawau melalui surat edaran yang ditandatangani Pemangku Penolong Pengurus Terminal Feri Tawau, Sharifah Mahani Binti Saidseh, mengumumkan penangguhan sementara seluruh aktivitas operasional terminal dan jeti. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi setelah Badan Meteorologi Malaysia (MET Malaysia) mengeluarkan peringatan terkait gempa bumi yang terjadi di Mindanao dan potensi dampaknya terhadap kawasan pesisir Sabah.
Dalam surat tersebut disebutkan bahwa seluruh kegiatan operasional terminal dihentikan sementara hingga pukul 12.30 waktu setempat, sementara seluruh petugas diminta tetap siaga menunggu arahan lebih lanjut dari otoritas terkait.
Namun, setelah dilakukan pemantauan dan evaluasi kondisi terkini, MET Malaysia pada pukul 12.00 waktu setempat secara resmi mengakhiri nasihat tsunami yang sebelumnya diberlakukan.
“Peringatan tsunami telah dicabut oleh otoritas Malaysia. Oleh karena itu, operasional pelabuhan di Tawau kembali dibuka dan pelayanan penyeberangan dapat dilaksanakan kembali,” jelas Kosasi.
Ia menambahkan, untuk hari ini terdapat empat kapal feri yang dijadwalkan melayani rute internasional Nunukan–Tawau. Pemberangkatan perdana dimulai pukul 13.00 Wita dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan pelayaran dan prosedur operasional yang berlaku.
“Empat kapal feri telah dijadwalkan beroperasi hari ini. Pemberangkatan dimulai pukul 13.00 Wita. Kami mengimbau seluruh penumpang agar datang lebih awal untuk proses pemeriksaan dokumen dan keberangkatan,” katanya.
Pembukaan kembali jalur penyeberangan internasional tersebut disambut positif oleh para calon penumpang dan pelaku usaha yang bergantung pada mobilitas antara Kabupaten Nunukan dan Kota Tawau. Jalur laut Nunukan–Tawau merupakan salah satu pintu gerbang utama aktivitas perdagangan, kunjungan keluarga, hingga perjalanan wisata antara Indonesia dan Malaysia di kawasan perbatasan.
KSOP Nunukan memastikan akan terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan dan keselamatan maritim di kedua negara guna memantau perkembangan situasi serta menjamin keamanan dan kelancaran pelayaran internasional di wilayah perbatasan.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait, baik di Indonesia maupun Malaysia, untuk memastikan seluruh aktivitas penyeberangan berlangsung aman, lancar, dan sesuai ketentuan keselamatan pelayaran," pungkasnya.

