Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BERAU - Kehadiran internet gratis dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tak hanya memperluas akses komunikasi di Pulau Maratua, Kabupaten Berau.
Di pulau terluar Indonesia itu, konektivitas digital juga memperkuat fungsi pertahanan negara dengan mempercepat pelaporan dan koordinasi Pos TNI AL saat menghadapi situasi darurat.
Pos TNI AL Pulau Maratua yang berada di bawah Komando Daerah TNI AL XIII kini telah terhubung dengan layanan internet BAKTI sejak Desember 2025.
Kehadiran jaringan tersebut menjadi solusi atas kendala komunikasi yang selama ini dihadapi personel di wilayah yang kerap mengalami gangguan sinyal seluler.
Babinpotmar Pos TNI AL Maratua, Serda Tri Ridha Kasturi mengatakan internet menjadi kebutuhan penting bagi tujuh personel yang bertugas di pos tersebut, terutama untuk mendukung pelaporan dan koordinasi kedinasan.
"Ini sangat membantu kami untuk pelaporan pekerjaan kepada komando di Tarakan. Kalau ada hal yang sifatnya urgent, kami bisa langsung melaporkannya," ucap Serda Tri saat ditemui di Pos TNI AL Maratua, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, sebelum jaringan internet BAKTI tersedia, personel kerap kesulitan mengirim laporan ketika jaringan telekomunikasi mengalami gangguan.
Dalam kondisi mendesak, mereka bahkan harus mencari akses internet ke perusahaan maupun resor yang menggunakan layanan satelit.
"Kami harus pergi lagi ke sana untuk mencari jaringan. Jaraknya lumayan jauh. Sekarang sudah ada internet di sini sehingga sangat membantu pekerjaan kami," katanya.
Tak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional TNI AL, akses internet tersebut juga dibuka bagi masyarakat sekitar.
Warga yang mengalami kesulitan mendapatkan jaringan seluler dapat memanfaatkan layanan internet di Pos TNI AL Maratua.
"Bahkan biasanya ada warga juga yang memanfaatkan. Kalau jaringan di sekitar hilang, mereka bisa langsung ke sini," ujarnya.
Plt Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi, Darien Aldiano menjelaskan layanan internet yang dipasang di Pos TNI AL Maratua memiliki kapasitas hingga 100 Mbps dan menjangkau hampir seluruh area sekitar pos.
Berdasarkan data Mei 2026, tercatat sebanyak 168 pengguna memanfaatkan layanan tersebut dalam satu bulan.
"User tercatat sampai 168 pengguna berdasarkan data bulanan Mei. Kapasitasnya bisa sampai 100 Mbps," jelas Darien.
Ia menerangkan, karena menggunakan teknologi satelit, kapasitas internet akan terbagi ketika banyak pengguna mengakses jaringan secara bersamaan.
"Konsepnya dipancarkan penuh, tetapi ketika digunakan bersamaan tentu kapasitasnya terbagi sehingga terasa lebih lambat," katanya.
Selain menghadirkan konektivitas, BAKTI juga memastikan keamanan penggunaan internet melalui sistem penyaringan di tingkat gateway nasional. Akses ke situs perjudian online dan pornografi diblokir untuk menjaga ruang digital yang aman.
"Kami blokir dari sisi transit. Namun karena situs seperti itu sering berganti domain, sistem harus terus diperbarui setiap hari," ujar Darien.
Seluruh lalu lintas data juga dikelola melalui gateway dalam negeri untuk mendukung keamanan informasi dan kedaulatan digital nasional.
Kehadiran internet BAKTI di Pos TNI AL Maratua menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur digital tidak hanya mendukung pelayanan publik, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan aparat negara di wilayah terluar.
Di beranda perbatasan Indonesia, akses internet kini menjadi bagian penting dalam menjaga komunikasi, mempercepat respons darurat, dan memperkuat kehadiran negara hingga ke pulau-pulau terdepan.

