Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - Kondisi Pasar Tangga Arung Square di Kecamatan Tenggarong kembali menjadi sorotan. Sejumlah pedagang mengaku aktivitas jual beli di pasar tersebut semakin lesu akibat minimnya jumlah pengunjung yang datang setiap hari.
Menurunnya tingkat kunjungan masyarakat tidak hanya berdampak pada omzet pedagang, tetapi juga memunculkan keluhan terkait penataan lapak yang dianggap belum mampu mendukung aktivitas perdagangan secara optimal.
Salah seorang pedagang, Aliya, mengatakan bahwa persoalan sepinya pasar telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, kondisi tersebut semakin dirasakan oleh pedagang yang menempati lapak di bagian dalam maupun di area yang kurang terlihat oleh pengunjung.
“Kalau dilihat sekarang, banyak pedagang makanan yang kesulitan mendapatkan pembeli. Bahkan ada yang sampai harus menawarkan dagangannya sambil berkeliling karena lapaknya berada di bagian ujung dan tidak terlihat pengunjung,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Ia menilai tata letak area kuliner menjadi salah satu faktor yang menyebabkan aktivitas jual beli kurang berkembang. Sejumlah lapak makanan berada di lokasi yang tidak dilalui mayoritas pengunjung sehingga peluang mendapatkan pembeli menjadi lebih kecil.
Menurut Aliya, kondisi tersebut menyebabkan perputaran pengunjung hanya terfokus pada area tertentu. Pedagang yang berada di bagian depan pasar relatif lebih mudah dijangkau, sementara pedagang di bagian belakang harus berupaya lebih keras untuk menarik perhatian calon pelanggan.
Karena itu, ia berharap pemerintah dapat mengevaluasi konsep penataan kawasan kuliner di pasar tersebut. Salah satu usulan yang disampaikan adalah menghadirkan area kuliner terpadu yang menempatkan seluruh pedagang makanan dalam satu kawasan yang mudah ditemukan pengunjung.
“Kalau area kuliner dibuat terpusat seperti food court, pengunjung pasti lebih tertarik. Saat ini orang harus masuk ke dalam dulu untuk mencari makanan, padahal banyak yang memilih tidak masuk karena merasa jauh atau tidak tahu ada pedagang di dalam,” katanya.
Lebih lanjut, Aliya menilai permasalahan yang dihadapi Pasar Tangga Arung Square saat ini tidak lagi berkaitan dengan fasilitas fisik. Bangunan pasar dinilai sudah memadai, namun belum didukung oleh pola pengelolaan dan penataan yang mampu menciptakan keramaian secara merata.
Para pedagang pun berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pasar, termasuk penempatan lapak dan strategi menarik minat masyarakat untuk berkunjung.
“Kami hanya ingin pasar ini ramai dan bisa menjadi tempat mencari nafkah yang layak. Pemerintah perlu segera mencarikan solusi karena kalau kondisi seperti ini terus berlanjut, banyak pedagang yang semakin kesulitan bertahan,” pungkasnya.

