Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

IKN Jadi Ibu Kota Politik 2028, Peluang Pasar dan Tantangan Peningkatkan Produksi 

Kepala Distan PPU, Rozihan Asward. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    IKN Jadi Ibu Kota Politik 2028, Peluang Pasar dan Tantangan Peningkatkan Produksi 

    PusaranMedia.com

    Kepala Distan PPU, Rozihan Asward. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

    IKN Jadi Ibu Kota Politik 2028, Peluang Pasar dan Tantangan Peningkatkan Produksi 

    Kepala Distan PPU, Rozihan Asward. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

    Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin 

    PENAJAM - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) memiliki tantangan besar dalam meningkatkan produksi tanaman pangan dan hortikultura seiring dengan adanya rencana pemerintah menetapkan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai ibu kota Politik pada 2028. 

    Kepala Distan PPU, Rozihan Asward mengatakan rencana penetapan IKN sebagai ibu kota politik pada 2028, diperkirakan jumlah penduduk pendatang yang masuk di wilayah PPU bakal mengalami peningkatan yang cukup drastis. 

    Sebagai daerah penyangga IKN, PPU memiliki tantangan yang besar dalam menyediakan kebutuhan pangan. 

    “Adanya IKN, pasti jumlah penduduk bertambah dan otomatis kebutuhan pangan juga meningkat. Kami di sektor produksi tanaman pangan dan hortikultura tentu memiliki tantangan yang besar bagaimana meningkatkan produksi,” kata Rozihan, Senin (15/6/2026). 

    Peningkatan jumlah penduduk yang masuk di wilayah PPU nantinya, kata Rozihan, selain menjadi tantangan juga menjadi peluang besar bagi usaha pertanian. 

    Untuk itu, petani lokal di Benuo Taka harus menyiapkan diri untuk menangkap peluang pasar dengan meningkatkan produksi. 

    “Kalau IKN jadi ibu kota politik 2028, ini akan menjadi peluang pasar yang besar karena jumlah pendatang yang akan masuk ke IKN akan bertambah,” ujarnya. 

    Rozihan mengaku dalam meningkatkan produksi sektor pertanian, Distan PPU saat ini tengah menghadapi keterbatasan infrastruktur pertanian.

    Sebab, sampai saat ini pemerintah belum merealisasikan pembangunan Bendung Gerak Sungai Telake di Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser. 

    Bendung Gerak Sungai Telake sangat dibutuhkan sebagai sumber utama pengairan lahan pertanian di wilayah PPU dan Paser yang selama ini hanya mengandalkan tadah hujan. 

    “Tantangan kita kedepan di sektor pertanian adalah bagaimana meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan pangan di PPU dan IKN. Sementara kita juga memiliki keterbatasan dari sisi infrastruktur,” terangnya. 

    Ia mengungkapkan, Distan PPU saat ini tengah mendorong pengembangan budidaya terhadap tujuh komoditas tanaman pangan dan hortikultura sesuai dengan keputusan Kementerian Pertanian (Kementan), yakni tanaman padi, jagung, ubi kayu atau singkong, bawang merah, cabai rawit, cabai besar dan pisang. 

    Kemudian tim peneliti pertanian dari Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) juga merekomendasikan tiga komoditas lainnya untuk dikembangkan yakni pepaya, buah naga dan nanas. 

    “Kalau sentra padi dan pepaya di Kecamatan Babulu. Sedangkan yang lainnya tersebagai di seluruh kecamatan,” pungkasnya.