Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Event Lari di Samarinda Ternoda, Peserta Kecewa Setelah Samarinda Half Marathon Mendadak Batal

Flyer kegiatan Samarinda Half Marathon yang mendadak batal diselenggarakan, Sabtu (20/6/2026). (Foto: Instagram festivalrunning_smd)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Event Lari di Samarinda Ternoda, Peserta Kecewa Setelah Samarinda Half Marathon Mendadak Batal

    PusaranMedia.com

    Flyer kegiatan Samarinda Half Marathon yang mendadak batal diselenggarakan, Sabtu (20/6/2026). (Foto: Instagram festivalrunning_smd)

    Event Lari di Samarinda Ternoda, Peserta Kecewa Setelah Samarinda Half Marathon Mendadak Batal

    Flyer kegiatan Samarinda Half Marathon yang mendadak batal diselenggarakan, Sabtu (20/6/2026). (Foto: Instagram festivalrunning_smd)

    Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

    SAMARINDA – Tren olahraga lari yang belakangan semakin digemari masyarakat Samarinda dan Kalimantan Timur (Kaltim) mendadak tercoreng. 

    Ratusan peserta yang telah mendaftar dalam ajang Samarinda Half Marathon 2026 harus menelan kekecewaan setelah kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (20/6/2026) di Taman Bebaya Samarinda tak kunjung terlaksana.

    Padahal dalam beberapa tahun terakhir, olahraga lari tengah menjadi gaya hidup baru di berbagai kalangan. Mulai dari pelari pemula hingga komunitas lari terus bermunculan, sementara agenda fun run hingga half marathon kerap dipadati peserta dari berbagai daerah. 

    Namun antusiasme itu berubah menjadi kekecewaan ketika Samarinda Half Marathon yang dikoordinir oleh Adhivia Management diduga batal digelar tanpa kejelasan.

    Salah seorang peserta, Fajar mengaku hingga hari pelaksanaan tidak menerima informasi resmi dari pihak penyelenggara. Bahkan sejak jadwal pengambilan race pack pada Jumat (19/6/2026), tidak ada tanda-tanda acara akan berlangsung.

    "Belum ada konfirmasi apa pun dari penyelenggara. Dari tadi malam sampai sekarang tidak ada informasi," kata Fajar, Sabtu (20/6/2026).

    Fajar mengatakan dirinya membeli tiket dengan harga Rp250 ribu untuk mengikuti ajang tersebut.

    Ia mengaku ini merupakan pengalaman pertama mengikuti event lari yang berakhir dengan dugaan penipuan.

    "Kalau ikut event half marathon memang baru pertama kali. Tapi ini juga pertama kalinya saya merasa kena tipu event run," katanya.

    Kekecewaan tidak hanya dirasakan peserta asal Samarinda. Menurut Fajar, sejumlah pelari dari luar daerah juga telah datang ke Kota Tepian demi mengikuti ajang tersebut.

    "Ada yang datang dari Berau, Nunukan, bahkan tadi pagi saya bertemu peserta dari Jakarta yang datang khusus untuk event ini," tuturnya.

    Ia berharap pihak yang bertanggung jawab segera memberikan kejelasan sekaligus mengembalikan dana para peserta.

    Pantauan di lokasi pada Sabtu pagi menunjukkan suasana Taman Bebaya Samarinda masih lengang. Area yang seharusnya menjadi pusat kegiatan tampak bersih tanpa adanya panggung, tenda registrasi, perlengkapan lomba, maupun aktivitas panitia yang biasanya terlihat menjelang pelaksanaan sebuah event lari.

    Kondisi tersebut semakin memperkuat kekecewaan para peserta yang sebelumnya telah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba.

    Padahal, tingginya minat masyarakat terhadap olahraga lari dalam beberapa tahun terakhir telah melahirkan berbagai komunitas dan agenda olahraga di Samarinda.

    Tak sedikit pelari yang rutin mengikuti event di berbagai kota sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus sarana wisata olahraga.

    Untuk itu, sejumlah peserta berharap peristiwa ini tidak merusak kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan event olahraga di Samarinda ke depannya.

    Mereka juga meminta pihak berwenang segera menindaklanjuti persoalan tersebut agar peserta mendapatkan kepastian dan hak-hak mereka sebagai konsumen tetap terlindungi.

    "Kami berharap orangnya cepat ditemukan dan uang peserta bisa dikembalikan. Kasihan yang sudah jauh-jauh datang ke Samarinda demi ikut event ini," ungkapnya.

    Hingga Sabtu (20/6/2026) siang, pihak penyelenggara belum memberikan pernyataan maupun klarifikasi resmi terkait batalnya pelaksanaan Samarinda Half Marathon.

    Di akun Instagram @festivarunning_smd, yang menjadi kanal informasi acara, beragam komentar dari peserta terus bermunculan.

    Sebagian besar menuntut kejelasan mengenai nasib kegiatan tersebut, termasuk mekanisme pengembalian dana pendaftaran yang telah dibayarkan. 

    Sementara akun Instagram milik pihak penyelenggara @samarinda_fest yang sebelumnya juga digunakan untuk promosi acara dilaporkan tidak lagi dapat ditemukan melalui fitur pencarian, sehingga memicu semakin banyak pertanyaan dan spekulasi di kalangan peserta.