Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Bank Indonesia mendorong para pengrajin wastra untuk menjadikan berbagai elemen yang menjadi ciri khas Nusantara sebagai inspirasi dalam pengembangan motif batik.
Mulai dari lanskap alam, keberagaman budaya, hingga bangunan ikonik IKN diharapkan dapat dituangkan menjadi identitas visual dalam karya wastra.
Dorongan tersebut mengemuka dalam Workshop Pengembangan Motif Batik bagi Pengrajin Wastra di IKN yang digelar di Kantor Kemenko 1 IKN pada 17-19 Juni 2026.
Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi mengatakan batik dan wastra memiliki peran penting dalam membangun identitas budaya kota masa depan.
Menurutnya, berbagai objek yang ada di kawasan IKN dapat menjadi sumber inspirasi yang kaya untuk melahirkan motif-motif baru yang khas.
"Pengembangan motif tidak hanya berbicara tentang keindahan visual, tetapi juga bagaimana sebuah karya mampu menceritakan identitas dan karakter suatu wilayah," ucap Muhsin, Sabtu (20/6/2026).
Dalam workshop tersebut, para peserta diajak menggali ide kreatif berdasarkan berbagai gambaran tentang IKN.
Mulai dari hutan tropis Kalimantan, satwa endemik, kekayaan budaya lokal hingga perkembangan kawasan pemerintahan dan bangunan-bangunan yang menjadi simbol Nusantara.
Sebanyak sembilan kelompok batik dan wastra dengan total 50 peserta mengikuti kegiatan tersebut.
Dari jumlah itu, 30 pengrajin batik mendapatkan pendampingan khusus untuk mengembangkan desain motif yang memiliki karakter kuat dan relevan dengan semangat pembangunan IKN.
Kepala SKB Bank Indonesia IKN, Aura Pandu Wirawan mengatakan identitas Nusantara perlu diperkuat melalui berbagai produk kreatif yang lahir dari masyarakat sekitar.
Untuk itu, desain batik yang dikembangkan diharapkan mampu merepresentasikan wajah IKN sebagai kota modern yang tetap berakar pada budaya.
"Semakin hari IKN semakin ramai. Identitasnya perlu kita tonjolkan. Harapannya desain yang lahir memiliki unsur modern karena IKN juga membawa semangat transformasi dan digitalisasi," kata Aura.
Selama tiga hari pelatihan, peserta mendapatkan pendampingan mulai dari proses pencarian ide melalui mind mapping, penyusunan moodboard, pengembangan elemen visual hingga penyusunan komposisi motif dan penyempurnaan desain.
Salah satu peserta, Rusmayawati dari Kecamatan Samboja mengaku pelatihan tersebut membuka wawasan baru dalam mengembangkan karya batik yang lebih inovatif.
Ia menilai banyak unsur di kawasan IKN yang dapat diangkat menjadi motif batik khas Nusantara.
"Pelatihan ini menambah wawasan kami agar tidak menghasilkan karya yang monoton. Kami belajar bagaimana mengubah imajinasi visual tentang IKN menjadi sebuah karya nyata yang bisa dikembangkan," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Otorita IKN dan Bank Indonesia berharap lahir motif-motif batik baru yang mampu menggambarkan perjalanan pembangunan Nusantara.
Tidak hanya menjadi produk ekonomi kreatif, karya tersebut juga diharapkan menjadi simbol identitas budaya yang tumbuh seiring perkembangan IKN sebagai ibu kota negara.

