Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin
SANGATTA – Penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, gagal ginjal, diabetes melitus dan hipertensi masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) pun mendorong penguatan upaya pencegahan melalui deteksi dini dan penerapan pola hidup sehat guna menekan angka kasus penyakit katastrofik.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatannya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Menurutnya, deteksi dini merupakan langkah penting untuk mengetahui faktor risiko sebelum penyakit berkembang menjadi lebih berat.
"Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan derajat kesehatan dan mencegah penyakit katastrofik seperti jantung, stroke, gagal ginjal, diabetes, dan hipertensi," kata Ardiansyah.
Ia menjelaskan, masyarakat dianjurkan menjalani skrining atau pemeriksaan riwayat kesehatan sedikitnya satu kali dalam setahun.
Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut apabila ditemukan faktor risiko penyakit.
Bagi masyarakat yang hasil skriningnya menunjukkan indikasi risiko, Ardiansyah meminta agar segera memanfaatkan layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Selain deteksi dini, Pemkab Kutim juga mendorong penderita diabetes melitus dan hipertensi mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
Program tersebut mencakup edukasi kesehatan, aktivitas fisik secara rutin, serta pemeriksaan kesehatan berkala guna membantu mengendalikan kondisi pasien.
Ia juga mengimbau pasien penyakit kronis yang kondisinya telah stabil untuk memanfaatkan Program Rujuk Balik (PRB) agar pengobatan dapat berlangsung secara berkesinambungan melalui fasilitas kesehatan yang lebih dekat dengan tempat tinggal.
Di sisi lain, Ardiansyah mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan hidup sehat sebagai langkah pencegahan.
Salah satunya melalui Gerak Sehat Prolanis 335, yaitu tiga menit berjalan santai, dilanjutkan tiga menit berjalan cepat, kemudian diulang sebanyak lima kali.
"Mencegah lebih baik daripada mengobati. Mari bersama wujudkan Kutim yang sehat dan produktif," ujarnya.

