Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Strawberry Moon Muncul Malam Ini, BMKG Sebut Bisa Dilihat Mata Telanjang 

Wujud strawberry moon. (Foto: Bima Nasution/Netizen)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Strawberry Moon Muncul Malam Ini, BMKG Sebut Bisa Dilihat Mata Telanjang 

    PusaranMedia.com

    Wujud strawberry moon. (Foto: Bima Nasution/Netizen)

    Strawberry Moon Muncul Malam Ini, BMKG Sebut Bisa Dilihat Mata Telanjang 

    Wujud strawberry moon. (Foto: Bima Nasution/Netizen)

    Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

    BALIKPAPAN - Fenomena Strawberry Moon akan menghiasi langit, Selasa (30/6/2026) malam ini. 

    Meski namanya identik dengan warna merah muda, fenomena ini sejatinya merupakan bulan purnama biasa dan tidak menyebabkan perubahan warna pada bulan.

    Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid menjelaskan, Strawberry Moon merupakan fenomena astronomi yang terjadi saat fase bulan purnama. 

    Nama tersebut tidak berkaitan dengan warna bulan, melainkan berasal dari tradisi suku asli Amerika, yakni suku Algonquin.

    "Fenomena Strawberry Moon merupakan fenomena bulan purnama biasa dan tidak membuat bulan berubah warna menjadi merah muda," kata Rasmid.

    Ia menjelaskan, penamaan Strawberry Moon digunakan oleh masyarakat suku Algonquin pada masa lampau sebagai penanda waktu panen buah stroberi. 

    Seiring waktu, istilah tersebut dikenal luas dan digunakan untuk menyebut bulan purnama yang terjadi pada periode tertentu setiap tahunnya.

    Rasmid memastikan fenomena ini tidak menimbulkan dampak bencana maupun anomali cuaca yang membahayakan masyarakat. 

    Menurutnya, seperti halnya bulan purnama pada umumnya, fenomena tersebut hanya menyebabkan sedikit peningkatan pasang air laut akibat pengaruh gaya gravitasi bulan.

    "Fenomena Strawberry Moon ini tidak menimbulkan dampak bencana atau anomali cuaca yang membahayakan, seperti bulan purnama lainnya, hanya menyebabkan sedikit peningkatan pasang air laut akibat gaya gravitasi," ujarnya.

    Masyarakat dapat menyaksikan fenomena ini secara langsung dengan mata telanjang di seluruh wilayah Indonesia selama kondisi cuaca cerah. Pengamatan tidak memerlukan alat bantu khusus seperti teleskop.

    "Fenomena bulan purnama ini dapat diamati secara langsung dengan mata telanjang. Saat cuaca cerah, masyarakat bisa melihatnya tanpa alat bantu khusus," tambahnya.

    BMKG mengimbau masyarakat yang ingin menyaksikan Strawberry Moon untuk memilih lokasi terbuka dengan minim gangguan cahaya agar pemandangan bulan purnama dapat terlihat lebih jelas saat mencapai puncaknya pada malam hari.