Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

55 Lansia Bontang Terima Bantuan Home Care, Isu Kesejahteraan Kelompok Rentan Jadi Sorotan

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    55 Lansia Bontang Terima Bantuan Home Care, Isu Kesejahteraan Kelompok Rentan Jadi Sorotan

    PusaranMedia.com

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

    55 Lansia Bontang Terima Bantuan Home Care, Isu Kesejahteraan Kelompok Rentan Jadi Sorotan

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan

    BONTANG – Isu perlindungan dan kesejahteraan lanjut usia (lansia) kembali menjadi perhatian di Kota Bontang. Sebanyak 55 lansia terlantar menerima Bantuan Paket Kebutuhan Dasar melalui Program Home Care yang disalurkan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Yayasan Pandu Qolby.

    Penyaluran bantuan yang dirangkai dengan edukasi kesehatan bagi lansia tersebut berlangsung di Auditorium 3 Dimensi. Program ini menyasar lansia yang telah terdata dalam Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) dengan dukungan Bantuan Sosial Terencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

    Ketua Yayasan Pandu Qolby, Suratmi, menjelaskan bahwa program Home Care menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kelompok lansia yang membutuhkan perhatian lebih, baik dari sisi pemenuhan kebutuhan dasar maupun pendampingan.

    Sebanyak 55 penerima manfaat berasal dari delapan kelurahan, yakni Api-Api sebanyak enam orang, Bontang Baru tiga orang, Berbas Pantai 14 orang, Berbas Tengah 17 orang, Bontang Kuala dua orang, Guntung delapan orang, Gunung Elai satu orang, serta Tanjung Laut Indah empat orang.

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat program perlindungan sosial bagi kelompok rentan. Menurutnya, kebijakan tersebut telah menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan direalisasikan melalui APBD Kota Bontang Tahun 2026.

    "Program-program sosial sudah kami masukkan ke dalam RPJMD Kota Bontang dan sudah tereksekusi di dalam APBD Kota Bontang tahun 2026. Salah satunya bantuan untuk anak-anak disabilitas, anak-anak tidak mampu, orang dewasa tidak mampu, baik lansia maupun keluarga tidak mampu. Kita berikan bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan," ujar Neni, Minggu (5/7/2026).

    Ia menilai keterlibatan lembaga kesejahteraan sosial menjadi faktor penting agar program pemerintah dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi sosial dinilai perlu terus diperkuat.

    "Pemerintah Kota Bontang menyampaikan terima kasih atas dedikasi LKS Yayasan Pandu Qolby selama ini dalam membantu melaksanakan dan berkolaborasi menyukseskan program-program Pemerintah Kota Bontang. Sinergi seperti ini sangat berarti untuk memastikan bantuan sosial dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan," katanya.

    Selain itu, Neni juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan terhadap pelaksanaan program kesejahteraan sosial agar penyalurannya semakin tepat sasaran.

    "Kalau ada saran, silakan disampaikan ke Dinas Sosial," tutupnya.

    Penyaluran bantuan Home Care ini menjadi pengingat bahwa persoalan kesejahteraan lansia masih menjadi isu yang memerlukan perhatian bersama. 

    Di tengah meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut, sinergi pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk memastikan kelompok rentan memperoleh perlindungan serta pelayanan yang layak.