Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Hampir 30 Ribu Warga Samarinda Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis, Dinkes Ajak Masyarakat Tak Takut Skrining

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan gratis. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Hampir 30 Ribu Warga Samarinda Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis, Dinkes Ajak Masyarakat Tak Takut Skrining

    PusaranMedia.com

    Ilustrasi pemeriksaan kesehatan gratis. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

    Hampir 30 Ribu Warga Samarinda Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis, Dinkes Ajak Masyarakat Tak Takut Skrining

    Ilustrasi pemeriksaan kesehatan gratis. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

    SAMARINDA – Hampir 30 ribu warga Kota Samarinda telah memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat. 

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda pun terus mendorong masyarakat agar tidak ragu mengikuti skrining kesehatan sebagai langkah deteksi dini penyakit.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih, mengatakan hingga Juni 2026, pelaksanaan CKG telah menjangkau seluruh kelompok usia dan dilayani di 26 puskesmas yang tersebar di Kota Tepian. 

    "Alhamdulillah, sampai bulan Juni CKG sudah di angka kurang lebih 28 ribu. Itu semua usia, dan sementara yang menjalankan program ini masih seluruh puskesmas," ujar Ismid.

    Dalam pelaksanaannya, CKG mengikuti prosedur dari pemerintah pusat, termasuk penggunaan aplikasi Satu Sehat sebagai sistem pencatatan layanan. Jenis pemeriksaan yang dilakukan pun disesuaikan dengan kelompok usia peserta.

    Menurut Ismid, CKG bukan bertujuan untuk menegakkan diagnosis penyakit, melainkan sebagai skrining atau pemeriksaan awal guna mengetahui kondisi kesehatan seseorang sejak dini.

    "CKG ini beda usia, beda pemeriksaannya. Karena itu kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memanfaatkan program ini," katanya.

    Ia mengakui pelaksanaan program masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatan. Sebab, petugas puskesmas juga tetap menjalankan pelayanan rutin lainnya, seperti pelayanan pasien, posyandu, hingga kegiatan kebidanan.

    Selain tenaga kesehatan, kebutuhan bahan habis pakai seperti alat pemeriksaan darah dan gula darah juga menjadi perhatian karena digunakan dalam skrining, terutama bagi kelompok usia produktif.

    CKG ini menurutnya juga menjadi salah satu upaya deteksi dini berbagai macam penyakit yang mungkin diderita oleh masyarakat.

    Karenanya, ia berharap masyarakat tidak lagi takut menjalani pemeriksaan kesehatan. Menurutnya, deteksi dini justru menjadi kunci utama untuk mencegah penyakit berkembang menjadi lebih berat.

    "Masih ada anggapan lebih baik tidak tahu penyakit. Kalau diketahui lebih awal, penanganannya juga bisa lebih cepat," pungkasnya.