Reporter : Herdiansyah l Editor : Buniyamin
SAMARINDA - Pemprov Kaltim terus memperkuat arah pembangunan sektor perkebunan kelapa sawit melalui tata kelola yang modern, berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan nilai tambah.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir menegaskan, tantangan pembangunan sektor sawit ke depan tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan tata kelola yang mampu menjawab tuntutan keberlanjutan dan daya saing.
Menurutnya, Pemprov Kaltim telah menetapkan lima pilar utama pembangunan sawit di daerah. Pilar tersebut meliputi peningkatan produktivitas kebun, penyelesaian legalitas lahan dan kepastian usaha, penerapan praktik perkebunan sawit berkelanjutan, percepatan hilirisasi industri sawit, serta integrasi data dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sektor perkebunan.
"Pengembangan sawit harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar, sekaligus menjaga aspek lingkungan dan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha maupun petani," jelasnya.
Selain itu, kata dia, berbagai kebijakan strategis juga terus diperkuat, di antaranya melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penguatan kelembagaan petani, percepatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), pembangunan infrastruktur perkebunan, serta peningkatan kemitraan yang saling menguntungkan antara perusahaan dan petani.
"Kami berharap sektor kelapa sawit tidak hanya menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga mampu menciptakan industri yang berdaya saing, berkelanjutan, serta memberikan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat," pungkasnya.

