Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Andi Harun Pastikan Program Penciptaan Lapangan Kerja di Samarinda Tetap Jadi Prioritas di 2027

Mahakam Job Fair 2026 di Mal Samarinda Square diserbu pencari kerja, Kamis (23/7/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Video

    Andi Harun Pastikan Program Penciptaan Lapangan Kerja di Samarinda Tetap Jadi Prioritas di 2027

    PusaranMedia.com

    Mahakam Job Fair 2026 di Mal Samarinda Square diserbu pencari kerja, Kamis (23/7/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

    Andi Harun Pastikan Program Penciptaan Lapangan Kerja di Samarinda Tetap Jadi Prioritas di 2027

    Mahakam Job Fair 2026 di Mal Samarinda Square diserbu pencari kerja, Kamis (23/7/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

    SAMARINDA - Kebutuhan lapangan kerja di Kota Samarinda diperkirakan akan terus meningkat seiring tingginya arus urbanisasi, terlebih sejak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi tersebut membuat pengelolaan ketenagakerjaan di kota menjadi semakin kompleks.

    Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, Samarinda tidak hanya menampung angkatan kerja dari penduduk lokal, tetapi juga menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah yang datang untuk mencari pekerjaan.

    "Kebutuhan akan kesempatan kerja pasti tiap tahun meningkat. Apalagi kita ini kota yang tidak hanya melayani warga asli Samarinda, tetapi juga ada faktor urban," jelas Andi Harun, Kamis (23/7/2026).

    Menurutnya, sebagian pendatang memang datang dengan keterampilan yang memadai. Namun, tidak sedikit pula yang datang ke Samarinda dengan harapan memperoleh pekerjaan.

    Ia menilai tren tersebut semakin terasa sejak pembangunan IKN. Arus pencari kerja tidak hanya mengarah ke Balikpapan dan kawasan IKN, tetapi juga ke Samarinda.

    Untuk menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan industri agar memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal. Salah satunya melalui penyelenggaraan Mahakam Job Fair 2026.

    Selain membuka akses kerja melalui bursa kerja, pemerintah juga akan memperkuat pelatihan keterampilan bagi masyarakat melalui Balai Latihan Kerja (BLK) maupun Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).

    Ia telah meminta secara khusus kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda agar masyarakat yang memiliki minat terhadap dunia kerja mendapat pelatihan. 

    "Kalau mereka punya keterampilan khusus, tidak 100 persen lagi bergantung pada job fair. Mereka justru bisa membuka usaha sendiri," terangnya.

    Komitmen tersebut, lanjut Andi Harun, akan tetap menjadi perhatian dalam penyusunan APBD 2027 meski pemerintah masih menghadapi kebijakan efisiensi anggaran.

    Ia menegaskan bahwa upaya membuka akses pekerjaan bukan hanya sebatas memenuhi target program pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    "Orang yang tadinya tidak punya pekerjaan, kita bisa beri pekerjaan sehingga mendapat penghasilan dan bisa melangsungkan kehidupan," pungkasnya.