Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Bidik Pasar Singapura, Pemkot Bontang Siapkan UMKM Penuhi Standar Ekspor

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Bisnis

    Bidik Pasar Singapura, Pemkot Bontang Siapkan UMKM Penuhi Standar Ekspor

    PusaranMedia.com

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

    Bidik Pasar Singapura, Pemkot Bontang Siapkan UMKM Penuhi Standar Ekspor

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

    Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

    BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mulai mempersiapkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menembus pasar ekspor inteenasional, khususnya Singapura. 

    Langkah itu diwujudkan melalui Workshop UMKM Insight yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang bersama PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

    Sebanyak 50 pelaku UMKM mengikuti kegiatan yang menghadirkan Founder sekaligus Direktur DGayatri International Pte. Ltd. Singapura, Diyah Gayatri sebagai narasumber. 

    Para peserta dibekali strategi memenuhi standar produk, memahami peluang pasar, hingga membangun jejaring bisnis internasional.

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan Singapura dipilih sebagai salah satu target pasar karena memiliki standar kualitas dan keamanan produk yang tinggi. 

    Menurutnya, apabila produk UMKM Bontang mampu diterima di negara tersebut, maka itu menjadi bukti kualitas produk lokal telah memenuhi standar internasional.

    "Keberhasilan memasuki pasar Singapura akan menjadi bukti bahwa produk UMKM Bontang telah memenuhi standar global dan memiliki daya saing yang kuat," ujarnya, Sabtu (25/7/2025).

    Neni mengungkapkan optimisme itu bukan tanpa alasan. Pada Trade Expo Indonesia 2025, UMKM Bontang berhasil mencatatkan 20 kontak dagang dan satu nota kesepahaman (MoU) dengan pembeli internasional. 

    Selain itu, penjajakan kerja sama dengan Malaysia, Sri Lanka, dan Australia juga menghasilkan tiga MoU serta empat Letter of Intent (LoI).

    Ia berharap pembekalan ini semakin meningkatkan kepercayaan diri pelaku UMKM untuk terus berinovasi, memenuhi standar ekspor, serta memperluas pasar hingga mancanegara.

    "Semakin banyak produk UMKM Bontang hadir di pasar internasional, maka semakin besar pula dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan citra Kota Bontang sebagai daerah dengan UMKM berdaya saing global," katanya.

    Kepala DKUMPP Kota Bontang, Eko Arisandi menjelaskan, workshop tersebut dirancang agar pelaku UMKM memahami tahapan memasuki pasar ekspor sekaligus memperoleh informasi mengenai kebutuhan pasar internasional.

    "Kami berharap peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peluang ekspor sekaligus membangun jejaring bisnis yang dapat mendukung pengembangan usaha mereka," tutur Eko.

    Dukungan terhadap penguatan UMKM juga datang dari PT Kaltim Nitrate Indonesia. 

    Senior Site Manager PT KNI, Budi Santosa menegaskan, pihaknya akan terus bersinergi dengan pemerintah dalam meningkatkan kapasitas UMKM sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah.

    "Keberhasilan PT KNI tidak hanya diukur dari kinerja bisnis perusahaan, tetapi juga dari seberapa besar dan berkelanjutan kontribusi yang kami berikan kepada masyarakat dan Kota Bontang. Kami akan terus mendukung UMKM agar mampu tumbuh menjadi pelaku usaha yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan," pungkasnya.