Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Peningkatan layanan kesehatan di Kalimantan Timur (Kaltim) tak hanya difokuskan pada pembangunan fasilitas medis, tetapi juga menyentuh kebutuhan pasien dan keluarga yang harus menjalani pengobatan jauh dari daerah asalnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim kini mendorong pembangunan rumah singgah di lingkungan rumah sakit sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud menegaskan, program tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah provinsi.
Menurutnya, rumah singgah akan memberikan kemudahan bagi pasien maupun pendamping yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani proses pengobatan di rumah sakit rujukan.
“Masih banyak yang bisa kita kerjakan di sektor kesehatan. Salah satunya adalah membangun rumah singgah di setiap rumah sakit di Kalimantan Timur,” ujarnya saat berkunjung ke Kabupaten Berau beberapa waktu lalu.
Rudy menjelaskan, pembangunan rumah singgah tidak akan membebani anggaran pemerintah daerah karena pembiayaannya akan ditangani oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Ia menyebut Baznas akan menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam merealisasikan pembangunan fasilitas tersebut.
Konsep rumah singgah sendiri telah lebih dulu diterapkan di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, yang menjadi proyek percontohan di Kaltim.
Model tersebut dinilai berhasil sehingga akan direplikasi di rumah sakit lain, termasuk yang berada di Kabupaten Berau.
Untuk mempercepat realisasi program, Rudy meminta Baznas Kaltim bersama Baznas kabupaten/kota berkolaborasi membangun rumah singgah di setiap rumah sakit.
Ia berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat meringankan beban masyarakat, khususnya pasien dari daerah yang harus menjalani perawatan dalam waktu lama di rumah sakit rujukan.
Menurutnya, rumah singgah merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih humanis.
Tak hanya menyediakan pelayanan medis yang memadai, tetapi juga memastikan pasien dan keluarganya memperoleh dukungan selama menjalani proses pengobatan.

