Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Kebakaran Hanguskan Sejumlah Blok Pasar Sepinggan, Pedagang Selamatkan Dagangan di Tengah Kepulan Asap

Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan kobaran api di lapak Pasar Sepinggan Balikpapan, Jumat (13/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Video

    Kebakaran Hanguskan Sejumlah Blok Pasar Sepinggan, Pedagang Selamatkan Dagangan di Tengah Kepulan Asap

    PusaranMedia.com

    Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan kobaran api di lapak Pasar Sepinggan Balikpapan, Jumat (13/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

    Kebakaran Hanguskan Sejumlah Blok Pasar Sepinggan, Pedagang Selamatkan Dagangan di Tengah Kepulan Asap

    Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan kobaran api di lapak Pasar Sepinggan Balikpapan, Jumat (13/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

    BALIKPAPAN - Kebakaran hebat melanda Pasar Sepinggan, Balikpapan, Jumat (31/7/2026) pagi. 

    Kobaran api yang muncul sejak sekitar pukul 06.30 WITA menghanguskan sejumlah kios di beberapa blok pasar dan memaksa para pedagang menyelamatkan barang dagangannya.

    Hingga berita ini ditulis, puluhan personel pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain. 

    Asap hitam pekat terus membumbung dari lokasi, sementara selang-selang pemadam membentang di antara lorong pasar yang dipenuhi warga dan pedagang.

    Suasana di lokasi berlangsung penuh kepanikan. Pedagang yang kiosnya belum terdampak bergegas mengangkut barang dagangan ke tempat yang lebih aman. 

    Sementara pemilik kios yang terbakar hanya bisa menyaksikan kobaran api melalap tempat usaha yang selama ini menjadi sumber penghasilan mereka.

    Muhammad Mustofa, anak dari salah seorang pemilik kios yang terbakar mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut setelah mendapat kabar sekitar pukul 07.00 WITA.

    "Lapak mamanya yang terbakar. Jualannya konveksi. Saya dikasih tahu sekitar jam 07.00 WITA," ujar Mustofa.

    Ia mengaku belum mengetahui penyebab kebakaran yang menghanguskan kios milik ibunya tersebut.

    Sementara juru pemungut retribusi Pasar Sepinggan, Ahmad yang akrab disapa Bang Aron, mengatakan dirinya berada di kawasan pasar saat kebakaran terjadi.

    Menurutnya, api muncul sekitar pukul 06.30 WITA di Blok F dan disertai suara ledakan.

    "Begitu saya masuk sekitar jam 06.30 WITA, tiba-tiba langsung terdengar ledakan. Api sudah besar di Blok F," katanya.

    Ia menyebut api kemudian merembet ke sejumlah blok lainnya.

    "Sementara yang terdampak Blok F, D, dan E. Kondisinya cukup parah. Di bagian atas ada sekitar 12 petak yang terbakar," jelasnya.

    Bang Aron mengaku belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Dugaan sementara masih terus ditelusuri.

    "Saya masih mencari informasi apakah dari kompor atau penyebab lain. Saya datang api sudah besar," ungkapnya.

    Di tengah kepanikan, sejumlah warga turut membantu pedagang mengevakuasi barang dagangan agar tidak ikut terbakar.

    Salah seorang pedagang, Rini, mengatakan dirinya langsung menuju pasar setelah mendapat kabar kebakaran.

    "Kaget, posisi kami lagi di rumah. Rumah jauh dari pasar. Pas datang buka toko, api sudah ada di dalam," katanya.

    Ia bersyukur sebagian barang dagangannya masih bisa diselamatkan meski tidak seluruhnya.

    "Toko depan masih selamat, tapi toko belakang habis. Barang-barang dipindahkan dibantu warga," ujarnya.

    Proses pemadaman sempat diwarnai ketegangan. Sejumlah pedagang dan warga terlibat adu mulut dengan petugas pemadam kebakaran. 

    Peristiwa itu diduga terjadi setelah semprotan air dari selang pemadam mengenai warga dan barang dagangan di sekitar lokasi.

    Salah seorang pedagang mengeluhkan dagangan telur miliknya terkena semprotan air saat proses pemadaman berlangsung. 

    Meski sempat terjadi cekcok, situasi kembali kondusif dan petugas melanjutkan upaya pemadaman.

    Hingga kini, petugas masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik api untuk mencegah kobaran kembali membesar. 

    Belum ada laporan resmi mengenai jumlah kios yang terbakar maupun besaran kerugian akibat peristiwa tersebut. Penyebab pasti kebakaran juga masih dalam penyelidikan pihak berwenang.