Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan
BONTANG – Kunjungan Anggota DPD RI Aji Mirni Mawarni ke SMA Negeri 1 Bontang tak hanya menjadi penyemangat bagi tim Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar Kebangsaan yang akan mewakili Kalimantan Timur di tingkat nasional.
Dalam agenda resesnya, Mawarni juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan guru, khususnya tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Mawar mengatakan, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh prestasi siswa maupun kelengkapan sarana belajar, tetapi juga bergantung pada kesejahteraan tenaga pendidik.
"Kita juga mengamati, menggali informasi, melihat kondisi tidak hanya dari sisi sekolah dan pendidikan, tapi juga kesejahteraan guru. Ini sangat penting," ujarnya saat berkunjung ke SMA Negeri 1 Bontang, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, perhatian terhadap tenaga pendidik dan tenaga kesehatan berstatus P3K menjadi salah satu fokus yang ingin dihimpun selama masa reses. Berbagai masukan dari daerah akan menjadi bahan untuk diperjuangkan di tingkat pusat.
Ia menilai, peningkatan kualitas hidup guru akan berdampak langsung terhadap mutu pendidikan.
"Kalau kualitas hidup para guru meningkat, tentu akan berdampak langsung pada mutu pendidikan di daerah," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Mawar juga memberikan dukungan kepada tim LCC Empat Pilar Kebangsaan SMA Negeri 1 Bontang yang berhasil menjadi juara tingkat Kalimantan Timur dan akan berlaga di tingkat nasional pada Agustus 2026.
"Kebetulan SMA 1 Bontang ini pemenang lomba cerdas cermat Empat Pilar Kebangsaan tingkat Kalimantan Timur tahun ini. Sekarang mereka lagi mempersiapkan diri untuk maju ke tingkat nasional. Saya datang untuk memberikan dukungan kepada mereka," tuturnya.
Ia berharap tim asal Bontang mampu memberikan hasil terbaik sekaligus mengharumkan nama Kalimantan Timur di tingkat nasional.
LCC Empat Pilar Kebangsaan menguji pemahaman peserta mengenai empat konsensus dasar bangsa, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Mawar menilai, kompetisi tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan generasi muda.
"Dengan bekal yang mereka miliki, mudah-mudahan bisa menjadi juara nasional mewakili Kalimantan Timur," pungkasnya.

