Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Polresta Balikpapan Andalkan Teknologi dan Patroli Cegah Karhutla Meluas

Wakapolresta Balikpapan, AKBP Fauzan Arianto mengangkat peralatan kesiapsiagaan Karhutla saat apel, Kamis (13/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Polresta Balikpapan Andalkan Teknologi dan Patroli Cegah Karhutla Meluas

    PusaranMedia.com

    Wakapolresta Balikpapan, AKBP Fauzan Arianto mengangkat peralatan kesiapsiagaan Karhutla saat apel, Kamis (13/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

    Polresta Balikpapan Andalkan Teknologi dan Patroli Cegah Karhutla Meluas

    Wakapolresta Balikpapan, AKBP Fauzan Arianto mengangkat peralatan kesiapsiagaan Karhutla saat apel, Kamis (13/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

    BALIKPAPAN - Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama musim kemarau menjadi perhatian dalam apel kesiapsiagaan di Mapolresta Balikpapan, Kamis (13/8/2026).

    Sejumlah langkah disiapkan untuk mendeteksi titik api sejak dini, mulai dari pemantauan berbasis aplikasi hingga patroli langsung ke wilayah yang dinilai rawan.

    Polresta Balikpapan juga menyiagakan command center untuk mengkoordinasikan personel di lapangan apabila ditemukan hotspot atau titik panas.

    Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy melalui Wakapolresta Balikpapan, AKBP Fauzan Arianto mengatakan pemantauan akan diperkuat melalui aplikasi Lembus Wana dan Lancang Kuning, dipadukan dengan patroli.

    "Kegiatan-kegiatan kita di dalam pemantauan, monitoring melalui aplikasi Lembus Wana dan Lancang Kuning, kemudian juga monitoring lewat patroli akan segera kami tingkatkan,” kata AKBP Fauzan.

    Apel tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Basarnas hingga relawan dan masyarakat peduli api.

    Menurutnya, kesiapsiagaan perlu dilakukan meski kondisi cuaca di Balikpapan masih relatif mendukung. Hujan masih turun di sejumlah wilayah, namun potensi kebakaran tetap harus diantisipasi.

    “Meski sampai dengan sekarang, Alhamdulillah Kota Balikpapan cuacanya masih sangat cerah, nyaman dan masih ada mendung, kemudian masih ada hujan," ujarnya.

    Untuk memastikan penanganan dapat dilakukan dengan cepat, Polresta Balikpapan telah membentuk tim khusus penanganan karhutla. 

    Tim tersebut akan bergerak berdasarkan hasil pemantauan sistem maupun informasi yang disampaikan masyarakat.

    "Tentu saja sudah ada tim yang sudah dibentuk untuk penanganan karhutla," ungkapnya.

    Selain itu, command center Polresta Balikpapan telah diaktifkan dan terintegrasi dengan Biconnect serta sistem pemantauan Lembus Wana milik Polda Kalimantan Timur (Kaltim).

    Menurut AKBP Fauzan, pusat kendali tersebut akan berperan mengkoordinasikan personel yang berada di lapangan ketika ditemukan indikasi titik panas.

    "Command Center akan mengorkestrasi terhadap petugas kami yang di lapangan apabila ada menemukan hotspot," jelasnya.

    Dengan sistem tersebut, informasi mengenai keberadaan titik panas dapat segera ditindaklanjuti melalui pengecekan di lapangan. Langkah cepat diperlukan agar api tidak sempat membesar dan meluas ke kawasan lain.

    AKBP Fauzan mengatakan penanganan karhutla akan lebih mengedepankan upaya pencegahan. Deteksi dini menjadi tahapan awal sebelum dilakukan langkah preemptive dan preventive.

    "Langkah yang paling utama adalah pertama deteksi dini, kemudian preemptive, kemudian preventive. Mudah-mudahan tidak ada langkah penegakan hukum," katanya.

    Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.  

    Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran sekaligus mencemari udara.

    "Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Balikpapan, mari membuka lahan dengan tidak cara membakar agar sama-sama kita menjaga kenyamanan dan juga kita cintai lingkungan dengan menjaga ekosistem," tuturnya.

    Menurutnya, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian secara sendiri.

    Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Kejaksaan, BPBD, Damkar, Basarnas, masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.

    "Kami butuh sinergi, kami butuh kolaborasi dan kami butuh komunikasi yang baik, kemudian juga kami butuh dukungan dari seluruh pihak," imbuhnya.

    Masyarakat yang menemukan titik api maupun kondisi darurat lainnya juga diminta segera melapor melalui layanan kepolisian 110.

    Laporan tersebut akan diteruskan kepada personel yang siaga selama 24 jam untuk melakukan pengecekan dan penanganan di lokasi.

    "Mari kita sama-sama menjaga lingkungan kita, menjaga ekosistem kita, mari peduli pada alam kita. Mari kita jaga Kota Balikpapan yang Guyup, Rukun, Banua Etam Bersatu," pungkasnya.