Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan
PENAJAM- Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan diselenggarakan di Kabupaten Paser pada November 2026. Mendekati pelaksanaan ajang olahraga tingkat provinsi, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih menunggu kejelasan anggaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU.
“Kejelasan anggaran belum ada, cuma ada bayang-bayang dan besaran anggaran yang diakomodir pun kita belum tahu. Sementara Porprov Kaltim ini tinggal dua bulan lebih akan bergulir,” kata Ketua KONI PPU, Arpan, Selasa (25/8/2026).
Anggaran operasional Porprov Kaltim untuk KONI PPU belum diakomodir Pemkab PPU di APBD Murni 2026. Sehingga kebutuhan anggaran tersebut harus menunggu APBD Perubahan 2026.
“Mudah-mudahan APBD Perubahan disahkan sebelum Porprov dimulai. Karena, mendekati pelaksanaan Porprov, kita belum belanja baju atlet, sepatu dan kebutuhan kelengkapan untuk pertandingan lainnya,” bebernya.
Arpan mengungkapkan, KONI PPU telah mengajukan proposal anggaran ke Pemkab PPU melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU sebesar Rp12 miliar.
Namun, belakangan Disdikpora meminta KONI untuk melakukan perhitungan kembali terkait kebutuhan anggaran secara detail.
“Hasil hitungan rill, kebutuhan anggarannya hanya Rp8 miliar,” bebernya.
KONI PPU berharap pemerintah daerah mengakomodir kebutuhan anggaran sebesar Rp8 miliar. Jika, pemerintah daerah memberikan anggaran di bawah Rp8 miliar, maka ada beberapa kebutuhan belanja atlet terpaksa dikurangi.
“Kalau anggarannya kurang dari Rp8 miliar, bagaimana caranya kita pilah-pilah lagi item belanja yang akan dikurangi. Salah satunya konsumsi atlet yang sebelumnya Rp35 ribu dikurangi menjadi Rp25 ribu, per porsi” pungkasnya.

