Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Rudy Mas’ud Tak Menyangka Kaltim Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Bukti Program Pemprov Berjalan Baik

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Video

    Rudy Mas’ud Tak Menyangka Kaltim Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Bukti Program Pemprov Berjalan Baik

    PusaranMedia.com

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

    Rudy Mas’ud Tak Menyangka Kaltim Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Bukti Program Pemprov Berjalan Baik

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

    BALIKPAPAN - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud mengaku tak menyangka dapat memborong dua penghargaan dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Balikpapan, Kamis (3/9/2026).

    Dua penghargaan tersebut yakni kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan serta kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan tingkat provinsi.

    Atas dua penghargaan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim mendapat apresiasi pemerintah daerah dari Kemendagri dengan total dana insentif sebesar Rp4 miliar.

    Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang telah memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintah daerah.

    "Yang pertama, tentunya ini kami memberikan apresiasi luar biasa kepada Bapak Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia yang telah memberikan penilaian secara objektif bahwa Kalimantan Timur mendapatkan predikat terbaik untuk regional provinsi, terutama di kategori bidang pendidikan dan kesehatan," kata Rudy.

    Ia menilai penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras pemerintah daerah dalam menjalankan program pelayanan masyarakat memberikan hasil.

    "Alhamdulillah bahwa kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasilnya," ujarnya.

    Rudy mengatakan, salah satu program yang menjadi perhatian Pemprov Kaltim di bidang pendidikan adalah pemberian akses pendidikan gratis bagi masyarakat Kaltim.

    Menurutnya, masyarakat Kaltim yang berdomisili di daerah tersebut dapat memperoleh pendidikan mulai jenjang sarjana (S1) hingga doktoral (S3) secara gratis.

    "Masyarakat Kalimantan Timur hari ini mendapatkan pendidikan mulai dari S1 sampai dengan S3 asal berdomisili di Kalimantan Timur, itu semuanya mendapatkan secara gratis, hanya tinggal mendaftar saja," jelasnya.

    Sementara di bidang kesehatan, Pemprov Kaltim memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan domisili.

    "Begitu juga dengan di bidang kesehatan, mereka cukup hanya dengan KTP Kalimantan Timur, sekali lagi yang berdomisili minimum tiga tahun di Kalimantan Timur, maka apabila di kabupaten/kota tidak ter-cover, secara otomatis itu akan ter-cover untuk BPJS-nya langsung aktif," ungkapnya.

    Rudy menyebut program tersebut merupakan salah satu standar pelayanan minimum yang diberikan Pemprov Kaltim. 

    Selain itu, pemerintah juga memberikan sejumlah dukungan lain, seperti insentif bagi guru honorer swasta maupun negeri mulai jenjang PAUD hingga SMA.

    Pemprov Kaltim juga memberikan bantuan untuk biaya administrasi rumah subsidi bagi masyarakat kurang mampu.

    "Jadi biaya administrasinya juga dibantu oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang nilainya lebih kurang sekitar Rp10 juta untuk masyarakat kita yang tidak mampu untuk rumah subsidi," katanya.

    Terkait dana insentif sebesar Rp4 miliar yang diterima Pemprov Kaltim, Rudy mengatakan penggunaannya masih akan dibahas bersama jajaran pemerintah provinsi.

    Ia membuka kemungkinan dana tersebut digunakan untuk program penanganan stunting maupun bedah rumah.

    "Nanti kami akan diskusikan dengan seluruh jajaran Pemprov. Apakah untuk kegiatan stunting ataukah untuk kegiatan bedah rumah,” ujarnya.

    Rudy menyebut penggunaan anggaran tersebut juga akan diarahkan sesuai dengan arahan Mendagri dan Presiden Prabowo Subianto mengenai konsep Indonesia ASRI.

    "Yang pastinya adalah untuk Aman, Sehat, Rapi, dan Indah pastinya," katanya.

    Menurutnya, dana tersebut akan segera dimanfaatkan pada tahun ini agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

    "Pastinya, pastinya. Lebih cepat lebih bagus, jangan disimpan dananya ya biar bisa berputar dan bisa produktif dan bermanfaat untuk masyarakat kita semuanya," tegas Rudy.

    Selain pendidikan dan kesehatan, Rudy mengatakan Pemprov Kaltim akan terus meningkatkan program pembangunan, terutama konektivitas antarwilayah.

    Menurutnya, luas wilayah Kaltim yang hampir menyamai Pulau Jawa menjadi tantangan tersendiri dalam menyediakan akses yang merata bagi masyarakat.

    "Yang paling utama adalah konektivitas. Karena Kalimantan Timur ini kan sangat luas ya. Luasnya Kalimantan Timur ini seluas dengan Pulau Jawa," tuturnya.

    Ia mencontohkan kondisi di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang masih menghadapi keterbatasan akses jalan. 

    Pemprov Kaltim saat ini tengah menggenjot pembangunan infrastruktur untuk membuka akses ke sejumlah daerah yang masih terisolir.

    "Saat ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur lagi giat-giatnya membangun akses jalan ke sana untuk membuka beberapa daerah terisolir dan insyaallah tahun ini akan semuanya sudah terkoneksi dengan baik," katanya.

    Rudy menegaskan, penghargaan yang diterima Kaltim tidak membuat pemerintah berhenti berinovasi. 

    Pemprov Kaltim justru akan memperkuat program yang berkaitan dengan Indonesia ASRI, termasuk perbaikan rumah dan sanitasi.

    "Yang saat ini kita akan menonjolkan di ASRI. Jadi ASRI ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden, termasuk juga berkaitan bedah rumah ya. Jadi rumah ini juga lagi kita perbaiki semuanya, termasuk sanitasi-sanitasi dan juga pertumbuhan ekonomi pastinya," pungkasnya.