Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Haornas ke-43, Neni Minta Warga Tak Tunggu Sakit untuk Berolahraga

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Haornas ke-43, Neni Minta Warga Tak Tunggu Sakit untuk Berolahraga

    PusaranMedia.com

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

    Haornas ke-43, Neni Minta Warga Tak Tunggu Sakit untuk Berolahraga

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

    Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

    BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.

    Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini dan tidak menunggu munculnya penyakit untuk mulai beraktivitas fisik.

    Pesan tersebut disampaikan Neni saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di halaman Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang, Rabu (9/9/2026).

    “Jangan menunggu kolesterol kita naik baru kita berhenti makan. Jangan tunggu badan kita gemuk baru kita berolahraga. Jangan tunggu lutut kita sakit baru kita beraktivitas olahraga,” tegas Neni.

    Menurutnya, pola hidup sehat perlu dibangun sebelum gangguan kesehatan muncul.

    Olahraga tidak harus selalu dilakukan dalam bentuk aktivitas berat, tetapi dapat dimulai dari kegiatan fisik yang sederhana dan dilakukan secara rutin.

    Dalam kesempatan tersebut, Neni juga meminta Dispopar Kota Bontang memastikan fasilitas olahraga yang tersedia di lingkungan masyarakat tetap terawat dan dapat dimanfaatkan secara optimal.

    Ia menyoroti sejumlah sarana olahraga, termasuk fasilitas di kawasan Lang-Lang dan Lok Tuan. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut harus diimbangi dengan pengelolaan dan pemeliharaan yang baik agar masyarakat memiliki ruang yang nyaman untuk berolahraga.

    “Fasilitas olahraga yang ada harus dijaga dan dirawat, supaya masyarakat bisa menggunakannya dengan baik,” ujarnya.

    Sementara itu, dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir yang dibacakan Neni, olahraga ditegaskan bukan hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi. Olahraga juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

    Mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”, Haornas tahun ini mendorong terciptanya masyarakat yang lebih aktif secara fisik, sehat dan produktif.

    Pemerintah daerah juga didorong menjadi penggerak budaya olahraga melalui penyediaan ruang publik, fasilitas olahraga, jalur pejalan kaki, jalur bersepeda, serta program olahraga yang mudah, murah, aman dan inklusif.

    Sebelum upacara dimulai, Kepala Dispopar Kota Bontang Eko Mashudi membacakan sejarah singkat Haornas. Peringatan tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Solo pada 9 September 1948.

    Upacara Haornas ke-43 diikuti Sekretaris Dispopar Rita Atin Widiarti, jajaran kepala bidang dan staf Dispopar, serta organisasi olahraga seperti KONI, FORMI, NPCI, BAPOPSI dan SOINA. Peserta upacara terbagi dalam 10 pleton.

    Pemkot Bontang berharap momentum Haornas tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat agar olahraga dan pola hidup sehat semakin melekat dalam keseharian masyarakat.