Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Kabut Asap Ancam Kesehatan, Disdikbud Kaltim Minta Sekolah Siaga

Kondisi kabut asap saat menyelimuti titik-titik keramaian di kota Samarinda. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Kabut Asap Ancam Kesehatan, Disdikbud Kaltim Minta Sekolah Siaga

    PusaranMedia.com

    Kondisi kabut asap saat menyelimuti titik-titik keramaian di kota Samarinda. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).

    Kabut Asap Ancam Kesehatan, Disdikbud Kaltim Minta Sekolah Siaga

    Kondisi kabut asap saat menyelimuti titik-titik keramaian di kota Samarinda. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).

    Reporter : Herdiansyah l Editor : Buniyamin 

    SAMARINDA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim mengimbau seluruh satuan pendidikan mengambil langkah pencegahan untuk melindungi peserta didik dan tenaga pendidik dari dampak buruk paparan asap.

    Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin berharap sekolah tidak mengabaikan kondisi kualitas udara, khususnya ketika aktivitas pembelajaran berlangsung di luar ruangan.

    "Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang ditekankan. Peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan diimbau mengenakan masker, terutama ketika berada di luar ruangan serta selama perjalanan menuju maupun dari sekolah," ungkapnya.

    Ia juga meminta sekolah segera menyesuaikan kegiatan apabila kualitas udara menunjukkan kondisi tidak sehat atau tidak layak berdasarkan informasi dari instansi berwenang.

    Selain itu, kata dia, Disdikbud Kaltim mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sekolah. Pembakaran sampah di area sekolah harus dihindari karena dapat memperburuk kondisi udara dan menambah paparan asap.

    Armin juga meminta setiap satuan pendidikan memastikan sekolah mengetahui prosedur kesiapsiagaan apabila kondisi kabut asap maupun karhutla berkembang dan menimbulkan situasi yang membahayakan.

    "Apabila murid di sekolah mulai merasakan gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, jangan memaksakan diri mengikuti aktivitas," katanya. 

    Di sisi lain, sekolah diminta aktif mengikuti perkembangan informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan serta kualitas udara dari pemerintah daerah dan instansi berwenang.

    "Jika kondisi lingkungan dinilai tidak memungkinkan untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka, kegiatan belajar dapat dialihkan secara daring," tegasnya. 

    Disdikbud Kaltim menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan tenaga pendidik dan murid perlu menjadi perhatian utama selama kondisi kualitas udara terdampak kabut asap.