Reporter: Herdiansyah l Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA – Sebanyak 134 titik panas atau hotspot terpantau di sejumlah wilayah Kaltim. Keberadaan ratusan titik panas tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah seiring sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai meluas.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, mengatakan kondisi sebaran asap di sejumlah wilayah terus dipantau karena dapat berubah sewaktu-waktu.
“Asap sudah menyebar di wilayah Kaltim. Kita terus melakukan sinkronisasi data terkait agar informasi yang disampaikan sama dan tidak menimbulkan simpang siur,” kata Buyung.
Menurutnya, perubahan arah angin dan kondisi atmosfer dapat memengaruhi pergerakan asap. Sehingga, koordinasi dan pertukaran data antarwilayah terus dilakukan untuk memastikan perkembangan kondisi karhutla dapat dipantau secara bersama.
“Kondisi ini bisa berubah dengan cepat mengikuti arah angin dan kondisi atmosfer. Karena itu, sinkronisasi data antardaerah terus kita lakukan,” jelasnya.
Ia menyebut kondisi di sejumlah kabupaten dan kota di Kaltim menunjukkan perkembangan yang berbeda dibandingkan hari sebelumnya.
Di Kutai Timur, misalnya, hujan mulai turun di sejumlah desa. Kondisi tersebut turut memberikan perubahan terhadap cuaca di beberapa wilayah.
“Sudah ada hujan yang turun di beberapa desa. Ini menjadi perkembangan yang cukup baik dibandingkan kondisi sebelumnya,” tuturnya.
Berbeda dengan Kutai Timur, kata dia, kondisi asap di wilayah Kutai Kartanegara masih cukup terasa. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar di sejumlah wilayah yang menerapkan pembelajaran secara daring.
“Untuk Kutai Kartanegara, kondisi asap masih cukup terasa. Karena itu, aktivitas pembelajaran siswa dan siswi di sejumlah wilayah dilakukan secara daring,” tambahnya.
Sementara itu, kondisi cuaca di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara juga dilaporkan mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya.
Adapun di Kutai Timur, sejumlah wilayah mulai menunjukkan kondisi yang lebih cerah dan sejuk setelah hujan turun.
BPBD Kaltim bersama pemerintah kabupaten dan kota terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik panas, kondisi asap, serta cuaca di masing-masing wilayah.

