Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Timur (Kaltim), Hetifah Sjaifudian, memberikan apresiasi atas keberhasilan kafilah Kaltim mempertahankan gelar juara umum MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian ketiga secara berturut-turut bagi Kaltim. Pada MTQ Nasional tahun ini, Kaltim mengoleksi 288 poin, mengungguli Jawa Tengah dengan 208 poin dan DKI Jakarta dengan 129 poin yang diumumkan saat penutupan, Sabtu (19/9/2026) malam.
Hetifah menyebut capaian tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan konsistensi pembinaan kafilah Kaltim. Prestasi tersebut tidak lepas dari kerja sama peserta, pelatih, pembina, LPTQ, pemerintah daerah hingga keluarga.
"Saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kafilah Kaltim, para pembina, pelatih, LPTQ, pemerintah daerah, keluarga peserta, serta semua pihak yang telah bekerja keras," ucap Hetifah dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Ia menilai keberhasilan mempertahankan gelar juara umum selama tiga kali berturut-turut menjadi bukti adanya proses pembinaan yang serius dan konsisten.
Meski demikian, Hetifah mengingatkan agar prestasi tersebut tidak berhenti pada perolehan piala. Regenerasi peserta MTQ perlu terus dilakukan untuk menjaga prestasi Kaltim pada masa mendatang.
"Prestasi ini harus menjadi momentum untuk semakin memperkuat pembinaan. Kita perlu memastikan selalu ada generasi baru yang tumbuh, mendapatkan pelatih berkualitas, ruang berkompetisi, dan dukungan yang memadai," katanya.
Hetifah yang juga merupakan Anggota Komisi VIII DPR RI membidangi agama itu mendorong pembinaan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari keluarga, pesantren, madrasah hingga tempat ibadah.
Ia juga berharap prestasi Kaltim di MTQ Nasional dapat mendorong semakin banyak generasi muda untuk dekat dengan Al-Qur’an, tidak hanya mengejar prestasi dalam perlombaan.
"Pialanya kita syukuri, tetapi generasi Qurani yang terus tumbuh di seluruh Kaltim adalah warisan yang jauh lebih penting," pungkasnya.

