Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan
Banner ADV

Berau Ethno Carnival Jadi Langkah Dorong Pariwisata Berbasis Budaya dan Ekonomi Kreatif

Berau Ethno Carnival yang digelar di halaman Kantor Bupati Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Banner ADV

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Berau Ethno Carnival Jadi Langkah Dorong Pariwisata Berbasis Budaya dan Ekonomi Kreatif

    PusaranMedia.com

    Berau Ethno Carnival yang digelar di halaman Kantor Bupati Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

    Banner ADV

    Berau Ethno Carnival Jadi Langkah Dorong Pariwisata Berbasis Budaya dan Ekonomi Kreatif

    Berau Ethno Carnival yang digelar di halaman Kantor Bupati Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

    Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

    TANJUNG REDEB – Berau mulai memperkuat arah pembangunan pariwisatanya dengan menjadikan seni, budaya, dan ekonomi kreatif sebagai bagian penting dari penggerak ekonomi daerah.

    Ini terlihat melalui pelaksanaan Berau Ethno Carnival (BEC) 2026, yang tidak hanya menampilkan parade busana, tetapi juga menjadi ruang untuk mengemas kekayaan sejarah dan budaya Berau dalam bentuk yang lebih modern.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan BEC dirancang untuk mempertemukan unsur budaya dengan kreativitas generasi muda. “Budaya kita kemas dalam bentuk fesyen yang kekinian,” ujarnya.

    Menurut Yudha, pendekatan tersebut penting agar budaya lokal tidak hanya dikenal sebagai warisan masa lalu, tetapi juga dapat hadir dalam bentuk yang dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

    BEC sekaligus diarahkan menjadi bagian dari strategi promosi pariwisata dan pembentukan citra Berau sebagai daerah tujuan wisata. Dengan semakin banyak atraksi budaya, wisatawan diharapkan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama dan menikmati berbagai aktivitas lainnya.

    “Kalau ada atraksi budaya, wisatawan bisa tinggal lebih lama,” katanya.

    Ia menilai penguatan pariwisata juga perlu berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi kreatif. Kehadiran wisatawan tidak hanya diharapkan meningkatkan kunjungan, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal melalui kuliner, fesyen, kerajinan hingga produk kreatif lainnya.

    Arah tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya transformasi ekonomi Berau agar tidak terus bergantung pada sektor ekstraktif.

    Ia mencontohkan sejumlah daerah di Indonesia yang mengembangkan pariwisata dengan mengandalkan kekuatan budaya dan ekonomi kreatif.

    Menurutnya, pola tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi Berau dalam membangun sektor pariwisata yang lebih berkelanjutan. “Kita ingin Berau dikenal sebagai kota pariwisata, budaya, dan kreatif di masa depan,” tegasnya.

    Pada pelaksanaan tahun ini, BEC diikuti 42 peserta yang berasal dari kalangan SLTA, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD hingga organisasi paguyuban.

    Setiap kelompok membawa konsep busana yang mengangkat unsur seni, tradisi maupun budaya. Peserta kemudian mengikuti parade dari halaman Kantor Bupati Berau menuju Jalan APT Pranoto, Jalan S.A. Maulana, Jalan Pemuda, Jalan Mangga I hingga berakhir di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb.

    Bagi Yudha, kegiatan tersebut bukan hanya soal siapa yang menjadi pemenang. Lebih jauh, BEC diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali mengenal budayanya sekaligus memberi kesempatan kepada generasi muda untuk berkreasi.

    “Yang terpenting, kita memberikan ruang kreativitas bagi generasi muda,” pungkasnya. (Adv)