Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Seluruh Bumdes di PPU Bentuk Pangkalan Agar Pendistribusian Elpiji 3 Kg Merata

Kabid Perdagangan Diskukmperindag PPU Bustam. (Foto: Adi Kade/pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Seluruh Bumdes di PPU Bentuk Pangkalan Agar Pendistribusian Elpiji 3 Kg Merata

    PusaranMedia.com

    Kabid Perdagangan Diskukmperindag PPU Bustam. (Foto: Adi Kade/pusaranmedia.com)

    Seluruh Bumdes di PPU Bentuk Pangkalan Agar Pendistribusian Elpiji 3 Kg Merata

    Kabid Perdagangan Diskukmperindag PPU Bustam. (Foto: Adi Kade/pusaranmedia.com)

     

    Reporter: Adi Kade | Editor: Supiansyah 

    PENAJAM- Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan mengelola unit usaha pangkalan elpiji 3 kilogram (Kg). 

    Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU Bustam mengatakan, PPU memiliki 30 desa dan masing-masing desa mempunyai Bumdes. 

    Seluruh Bumdes tersebut akan mendirikan pangkalan elpiji bersubsidi. Pangkalan Bumdes tersebut telah diajukan ke Pertamina sejak awal tahun ini. Dari 30 Bumdes tersebut yang telah disetujui untuk mendapatkan kuota elpiji 3 Kg baru lima desa. Salah satunya, di Kecamatan Sepaku ada Desa Telemow dan Bumi Harapan. Sementara di Kecamatan Penajam ada Desa Bukit Subur. Kemudian Desa Sumber Sari di Kecamatan Babulu.

    “Untuk mendirikan pangkalan elpiji ada bebeapa syarat yang harus dipenuhi. Diantaranya, IMB (izin mendirikan bagunan), izin usaha, alat timbangan, alat pemadam kebakaran dan lainnya. Kelengkapan persyaratan itu ditinjau langsung oleh pihak Pertamina. Apakah memenuhi syarat atau tidak. Sejauh ini baru ada lima desa yang telah disetujui oleh Pertamina. Sementara yang lainnya masih berproses,” kata Bustam, Jumat (10/12/2021).

    Pemerintah daerah mendorong Bumdes untuk mendirikan pangkalan elpiji bersubsidi lantaran sebagian wilayah Kecamatan Penajam dan Kecamatan Waru telah teraliri jaringan gas (jargas). Jadi, kuota elpiji 3 Kg dari kelurahan dan desa yang teraliri jargas akan dialihkan ke wilayah yang belum mendapatkan jargas, seperti Kecamatan Sepaku dan Babulu.

    “Kami berharap kepada Pertamina agar tidak mengurangi kuota elpiji PPU, karena alasan ada jargas. Karena, kuota yang ada itu akan dialihkan ke daerah belum ada harganya, utamanya warga pelosok Babulu dan Sepaku. Supaya warga lebih mudah mendapatkan gas elpiji,” ujarnya.

    Bustam menekankan, Bumdes didorong untuk mendirikan pangkalan elpiji 3 Kg agar pemerintah daerah lebih mudah mengendalikan harga. 

    Karena pangkalan yang ada saat ini ada yang memainkan harga melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Yakni wilayah Kecamatan Babulu dan Waru sebesar Rp 18 ribu per tabung, Kecamatan Penajam dan Sepaku Rp 19 ribu. Sementara wilayah pesisir di Kecamatan Penajam, yakni Pantai Lango, Jenebora dan Gersik sebesar Rp 22 ribu per tabung.

    Pangkalan tidak dibolehkan menjual elpiji 3 Kg melebihi HET.

    “Pangkalan Bumdes didorong agar pendistribusian elpiji 3 Kg lebih merata. Kemudian penerapan HET lebih mudah diawasi. Kemudian sebagai bentuk pemberdayaan Bumdes dan hasil usaha itu akan menambah pendapatan desa,” tandasnya.