Reporter: Abdi | Editor: Buniyamin
BONTANG - Mantan Wali Kota Bontang dua periode, Andi Sofyan Hasdam resmi menyandang gelar doktor lingkungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) di usianya yang kini 66 tahun.
Dalam disertasinya, wali kota periode 2001-2011 itu mengangkat soal hubungan kadar logam berat pada lingkungan dengan kejadian penyakit autisme di Kota Bontang, Samarinda dan Kabupaten Bantul.
Disertasi itu mengantarkan Andi Sofyan Hasdam lulus dengan predikat sangat memuaskan dalam prosesi wisuda daring program pendidikan sarjana, magister dan doktor tahap III tahun ajaran 2021/2022, Rabu (16/2/2022).
Andi Sofyan Hasdam mengaku meski usianya sudah tidak muda, tapi itu bukan suatu hambatan dalam menuntut ilmu.
Awalnya, kata dia, keputusannya kembali menimba ilmu karena harus menemani istrinya, Neni Moerniaeni yang saat itu menjabat sebagai anggota DPR RI dan harus menetap di Jakarta.
Di pertengahan jalan Andi Sofyan Hasdam menempuh masa studi, sang istri harus kembali ke Kota Bontang setelah terpilih menjadi Wali Bontang.
Namun, kata dia, itu tidak membuatnya menghentikan pendidikannya dan membukatkan hati menyelesaikan pendidikannya meski harus pulang pergi Bontang-Bogor.
“Saya sudah terlanjur sekolah waktu itu dan ibu (Neni Moerneini, Red) jadi wali kota, tidak mungkin saya mundur,” sebutnya ketika ditemui usai wisuda.
Untuk meraih gelar doktoral ini, Sofyan menempuh pendidikan sekitar empat tahun. Lamanya jenjang studi magister dan doktornya cukup berbeda jauh.
Di strata dua, Sofyan mengambil spesialis syaraf. Sedangkan di strata tiga, ilmu lingkungan. “Jadi saya butuh penyesuaian dulu sekitar satu semester,” katanya.
Alasannya tertarik mengulik soal lingkungan karena seluruh pangkal persoalan masyarakat umumnya terkait lingkungan. Mulai kesehatan, pendidikan dan kemiskinan, semua terkait lingkungan.
Ilmu yang diperoleh ini membuatnya memiliki pemahaman lebih dalam tentang lingkungan. Praktiknya, ini berguna guna menyelesaikan persoalan masyarakat di akar rumput.
“Faktor lingkungan sangat dominan dalam pemerintahan, makanya saya tertarik,” ucapnya.
Alasan lain, Sofyan tetap menuntut ilmu karena meyakini bahwa agar terus maju, individu mesti punya semangat pembelajar seumur hidup.
Ia berharap capaiannya ini menjadi semangat dan contoh bagi generasi muda Kota Bontang agar lebih semangat lagi belajar dan menuntut ilmu.
Sebab awal memulia sekolah doktor nya, Andi Sofyan Hasdam sudah berusia 60 tahun. “Saya menekankan untuk anak muda atau milenial di Bontang. Jika orang seusia saya saja bisa bersemangat dalam mencari ilmu, apalagi yang muda-muda. Mereka pasti punya masa depan,” terangnya.
"Jadi tuntutlah ilmu dari kandungan ibu sampai ke liang lahat," tutupnya.

