Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Plt Bupati Hamdam Copot Direktur Perumda Benuo Taka PPU 

Dewan Pengawas Perumda Benuo Taka PPU Alimuddin. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Plt Bupati Hamdam Copot Direktur Perumda Benuo Taka PPU 

    PusaranMedia.com

    Dewan Pengawas Perumda Benuo Taka PPU Alimuddin. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

    Plt Bupati Hamdam Copot Direktur Perumda Benuo Taka PPU 

    Dewan Pengawas Perumda Benuo Taka PPU Alimuddin. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan

    PENAJAM - Pelaksana tugas (Plt) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Hamdam mencopot Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Benuo Taka PPU Heriyanto. 

    Kepala daerah selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) melakukan perombakan direksi agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lebih baik. Hal tersebut diungkapkan oleh Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Benuo Taka PPU Alimuddin.

    Ia mengungkapkan, Heriyanto diberhentikan dari kursi Direktur Perumda Benuo Taka pada Rabu (20/4/2022). “Heriyanto sudah diberhentikan sejak 20 April 2022,” kata Alimuddin, Kamis (21/4/2022).

    Kuasa Pemilik Modal memecat Heriyanto dari pucuk pimpinan Perumda Benuo Taka lantaran dianggap tidak membawa perubahan signifikan terhadap kemajuan perusahaan. 

    “Pemberhentiannya sesuai amanah Permendagri, ada hal yang dianggap kurang. Utamanya program tidak dijalankan dengan baik, kinerjanya tidak begitu membawa perubahan,” jelas Alimuddin.

    Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PPU mengungkapkan, pasca Heriyanto diberhentikan, pemerintah daerah segera menunjuk Plt Direktur Perumda Benuo Taka.  “Untuk sementara jabatan direktur akan diisi Plt,” ujar Alimuddin.

    Dewas Perumda Benuo Taka akan mengajukan pengisian jabatan direksi yang kosong kepada KPM. “Pengisian Direktur Perumda Benuo Taka nanti ada uji kompetensi,” jelasnya. 

    Alimuddin menekankan, ada beberapa hal yang harus dibenahi di interna Perumda Benuo Taka. Karena, kondisinya saat ini cukup memprihatinkan. 

    “Dewan Pengawas sementara menginventarisasi data-data dan melihat langsung kondisi rill di lapangan. Kemudian  kita mengusulkan kepada KPM untuk melakukan perubahan, termasuk direksi. Termasuk pembenahan administrasi jadi perhatian utama. Apalagi Kantor Perumda Benuo Taka tidak ada, mau tidak mau harus menyewa tempat,” tandasnya.