Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan
NUNUKAN - Secara resmi mulai Jumat (1/4/2022) ini, Pemerintah Malaysia telah membuka pintu masuk bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) khususnya via Pelabuhan Internasional Tunon Taka Nunukan.
Namun, di hari yang dinanti-nanti oleh masyarakat Nunukan ini justru tak menunjukkan adanya aktivitas arus padat penumpang yang ingin berkunjung ke Tawau, Malaysia. Bahkan, loket pembelian tiket yang melayani penyebarangan Nunukan - Tawau itu tampak masih tutup.
Tidak hanya itu, loket Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tunon Taka pun tutup tanpa pelayanan. Petugas Imigrasi yang ditemui pusaranmedia.com pun mengaku, jika hari ini tidak akan ada aktivitas pelayanan mengingat tidak adanya PPLN yang akan berpergian.
"Tutup mas, harusnya sih kalau normal ini sudah pasti banyak penumpang yang ingin cap keluar. Tapi ini kosong sama sekali," ujar Petugas Imigrasi di TPI Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Misrani.
Sepinya aktivitas di hari pertama terbukanya pintu Tawau ini, ditengarai ruwetnya sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelaku perjalanan, pemohon harus memiliki aplikasi MySejaterah atau sejenis aplikasi PeduliLindungi di Indonesia, selanjutnya hasil tes Rapit Test PCR dua hari sebelum pemberangkatan, asuransi perjalanan Covid-19.Saat tiba ditujuan akan dilakukan pemeriksaan RT Antigen.
Untuk asuransi perjalanan Covid sendiri, seperti disampaikan Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid, disebutkan nilai asuransi yang harus disiapkan sekira RM25 ribu atau setara Rp75 juta jika nilai kurs 1 ringgit senilai Rp3.500.
"Karena persyaratan asuransi ini kita pastikan sangat berat dipenuhi, mengingat warga kita yang bepergian itu terkadang hanya pulang pergi saja, jarang yang sampai harus berhari-hari disana," jelas Laura.


